"DUARR!!" tiba-tiba
suara yang keras - mengagetkan muncul di dalam mobil dan bersamaan
dengan itu daun kuping sebelah kiri saya
terasa sakit. Saya duduk di kursi belakang dan Taufik yang sedang menyetir di dalam mobil baru sadar apa yang terjadi
beberapa detik kemudian. Ternyata kaca mobil belakang sebelah kiri bolong ditimpuk batu dari arah kerumunan orang di pinggir
jalan Sudirman. Batu tersebut ternyata
tembus ke dalam dan menyerempet kuping saya di sebelah kiri. Sambil mengusap kuping, saya merasakan sedikit darah
di wajah yang berasal dari pecahan beling jendela mobil. Setelah melihat
kerumunan orang di pinggir jalan semakin banyak, kami segera mempercepat mobil
dan mencari tempat untuk aman berhenti. Pada saat itu saya tidak bisa bergerak
karena sekitar tempat duduk saya penuh serpihan pecahan beling.
Setelah tiba di tempat aman di dekat halte hotel Le Meridien, kami
berhenti dan baru sempat turun membersihkan mobil. Taufik menemukan batu lebih
besar dari kepalan tangan yang terpental ke belakang mobil. Kelihatannya itu
adalah batu yang ditimpuk oleh salah satu suporter kesebelasan yang bertanding
sore itu. Hari itu tanggal 6
Februari kami melalui jalan Sudirman sekitar
jam 19:15, dimana sebelumnya telah
berlangsung pertandingan antara Persipura melawan PSMS. Kebetulan saat melalui Asia
Afrika itu jalan agak sepi dan di beberapa tempat terlihat pecahan kaca dan
batu berserakan. Kami agak was-was juga tapi melihat banyaknya polisi yang
berjaga-jaga, rasanya tidak akan terlalu berbahaya. Memang banyak supporter
yang bergerombol dan bergerak perlahan.
Pada saat mobil mendekati persimpangan Sudirman, tiba tiba
muncul pemandangan yang tidak biasa. Bayangkan, satu orang suporter
berlari-lari di depan mobil kami sambil menghunus tombak (sungguhan!). Sementara tidak jauh dari situ ada satu orang
yang ditarik dan langsung digebuki oleh beberapa orang. Setelah polisi datang,
orang orang yang mengeroyok langsung bubar. Tetapi muncul lagi pengeroyokan
beberapa meter di sebelah kanan. Semua berlangsung begitu cepat, kami
seperti muncul di tengah medan
perang suku. Cukup ngeri membayangkan
ujung tombak tadi, mudah mudahan tidak sempat makan korban. Setelah mobil kami
belok beberapa meter ke jalan Sudirman arah Semanggi, mobil kami ditimpuk batu.
Hingga keesokan pagi harinya saya masih menemukan serpihan
beling kecil di rambut. Padahal saya sudah mencuci rambut malam sebelumnya. Semoga
kejadian ini tidak menimpa mobil lain yang berpenumpang anak kecil atau orang
tua yang dapat menimbulkan trauma. Saya coba merenungi beberapa
kemungkinan motif dibalik tindakan
tersebut:
- Orang iseng.
- Semangat solidaritas yang berlebihan.
- Kebebasan dalam demokrasi yang salah kaprah.
- Mereka yang termajinalkan (tersingkir) dari
kehidupan mapan (ekonomi, status, dsb).
- Anak muda yang punya energi berlebihan tapi
tidak punya penyaluran.
Sebenarnya para supporter tersebut kebanyakan berusia muda
dan memiliki fisik yang relatif sehat karena aktif di bidang olah raga. Hanya sayang tidak punya
penyaluran yang tepat. Lemparan batu
yang begitu kencang dan tepat pada kaca mobil (sasaran bergerak) dalam jarak
lebih dari 10 meter, menunjukkan bahwa si pelempar batu mempunyai kemampuan di
atas rata-rata. Alangkah baiknya jika disalurkan sebagai atlet tolak peluru.
Sedangkan si pembawa tombak dengan gaya
profesional dan tidak canggung berpotensi sebagai atlet lempar lembing. Pasti masih banyak lagi
potensi yang ada, tapi tidak ada tempat penyaluran mengingat sudah banyak
sekali lapangan olah raga yang berubah menjadi mal. Konon Jabotabek punya 100 mal & pusat perbelanjaan, tapi
lapangan olahraga hanya kurang dari separuhnya. Barangkali.
Herman Kwok
Director of SemutApi Colony
www.semutapi.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Herman Kwok - Director of SemutApi Colony
|
 |
Belajar Dari Tukul
|
 |
Informasi Negatif
|
 |
Salah Tempat
|
 |
Hijaunya Rumput Tetangga
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Car And Brain Maintenance
(Artikel Tetap) -
Rabu, 13 Februari 2008
|
 |
Menulis Buku Dengan Memanfaatkan Momentum
(Artikel Tetap) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
 |
Janin Mengetahui
(Artikel Tetap) -
Jumat, 15 Februari 2008
|
 |
Lidah Simon Cowell
(Artikel Tetap) -
Senin, 18 Februari 2008
|
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 2)
(Artikel Tetap) -
Selasa, 19Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Model Kepemimpinan Menurut Fisika (bagian 1)
(Artikel Tetap) -
Senin, 11 Februari 2008
|
 |
Pusing
(Artikel Tetap) -
Kamis, 07 Februari 2008
|
 |
Jadilah Pemenang
(Artikel Tetap) -
Selasa, 05Februari 2008
|
 |
Kita Adalah Orang-orang Yang Menunggu
(Artikel Tetap) -
Senin, 04 Februari 2008
|
 |
Menciptakan Faktor Kaya ( R.i.c.h ) Dalam Diri Anda.
(Artikel Tetap) -
Jumat, 01 Februari 2008
|
|
|