Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Selasa, 29 Januari 2008, Dibaca : 46325 kali | Dicetak : 243 kali | Cetak artikel ini
Karir atau
keluarga, manakah yang harus diutamakan? Hal ini seringkali menyebabkan dilema
dalam diri seseorang. Tentunya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kita harus
memprioritaskan karir kita, namun seringkali ketika hal tersebut kita lakukan
muncul banyak masalah dalam keluarga karena kurangnya waktu yang kita luangkan
untuk mengurusi keluarga. Sementara jika kita memfokuskan diri pada urusan
keluarga, tentunya kita juga tidak terhindar dari pemenuhan kebutuhan keluarga
yang membutuhkan finansial yang cukup yang dapat diperoleh melalui bekerja.
Bagaimana cara
menyeimbangkan kedua hal tersebut karena setiap orang tentunya menginginkan
karir yang mantap dan keluarga yang bahagia, hal inilah yang akan kita bahas
dalam artikel kali ini.
Ketika seseorang menghadapi dilema dalam kehidupan
ini biasanya mengalami hal-hal sebagai berikut:
Stress.
Akibat adanya ketidakseimbangan antara karir dan
keluarga, seringkali mengakibatkan stress, khususnya pada orang tua. Ada
perasaan bersalah karena telah mengabaikan anak-anaknya namun di sisi lain
mereka juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang ada.
Munculnya berbagai masalah dalam keluarga.
Memprioritaskan karir menyebabkan
munculnya banyak masalah dalam hubungan dengan keluarga, misalnya kurangnya
waktu dengan anak dan isteri akan menyebabkan hubungan komunikasi yang kurang
hangat antar anggota keluarga. Contoh: banyak remaja yang terjerumus dalam
pergaulan yang buruk mengakui bahwa mereka berasal dari keluarga kelas menengah
ke atas yang tercukupi kebutuhan materialnya namun tidak mendapatkan perhatian
yang cukup dari orang tuanya.
Tidak dapat mencapai karir yang diinginkan.
Memprioritaskan keluarga menyebabkan
banyak orang tidak dapat meraih karir yang diinginkannya karena tentunya
tuntutan karir menuntut pengalokasian waktu, atensi dan tenaga yang besar.
Dilema dalam hal memilih antara karir atau
keluarga seringkali disebabkan oleh:
Tuntutan ekonomi.
Adanya tuntutan ekonomi keluarga membuat banyak
orang tua mengorbankan waktu dengan keluarga untuk memenuhi kebutuhan material
keluarga.
Konsep yang salah mengenai karir &
keluarga.
Banyak orang
tua beranggapan bahwa keluarga yang bahagia tercapai jika ia dapat memenuhi
semua kebutuhan dan keinginannya dan anak-anak, misalnya: mempunyai rumah yang
megah, mobil, jalan-jalan ke luar negeri, dsb. karenanya banyak dari mereka
menghabiskan waktu untuk bekerja dan menyerahkan pengasuhan anaknya kepada
pembantu/pengasuh anak/baby sitter.
Ketidaksepakatan tentang prioritas keluarga.
Tidak adanya kesepakatan mengenai
prioritas dalam keluarga membuat orang tua tidak bijaksana dalam mengambil
keputusan berkaitan dengan waktu untuk keluarga, khususnya dalam pembagian
tanggung jawab pengasuhan anak.
Solution Tips
Komunikasi
Bangun komunikasi yang hangat dalam keluarga
Anda sehingga keterbukaan menjadi suatu budaya dalam keluarga. Tentunya hal ini
akan membuat setiap anggota keluarga saling memaklumi dan mengerti satu dengan
yang lainnya, terutama pada masa-masa di mana orang tuanya sedang sibuk dengan
pekerjaannya.
Komitmen Bangun sebuah kesepakatan dan jadikan hal
tersebut sebuah komitmen dalam keluarga dengan cara mengambil waktu untuk
mendiskusikan prioritas keluarga Anda. Jika memang terdapat tuntutan ekonomi
yang menuntut suami dan isteri bekerja, temukan kesepakatan terbaik sehingga
keluarga Anda pun tetap mendapat perhatian.
Keseimbangan
Jaga keseimbangan antara karir dan keluarga.
Dalam kesibukan setiap hari, usahakan untuk meluangkan waktu bersama dengan
pasangan atau anak-anak. Misalnya: dengan melakukan sarapan atau makan malam
bersama. Anda juga dapat memanfaatkan akhir minggu atau waktu libur untuk
melakukan kegiatan bersama keluarga, misalnya: rekreasi ke suatu tempat atau
sekedar makan malam di luar.
Ditulis
oleh:
Ir.
Bambang Syumanjaya, MM, MBA, CBA
International
Certified Behavior Analyst & Multiple Intelligence Consultant, Konsultan Bisnis & Konsultan Keluarga yang
berpengalaman dalam pengembangan dan pelatihan kepemimpinan, pengembangan
pribadi dan peningkatan motivasi. Founder
dan Konsultan Utama dari Family DISCovery, sebuah Konsultan
Keluarga Pertama dan Terlengkap di Indonesia. Seorang ENTER-TRAINER, Public Speaker di dalam Seminar dan Training
Motivasi untuk Perusahaan maupun Organisasi.
Narasumber
di Interactive Radio Talk Show - SMART
FM 95,9, setiap hari KAMISjam 19.00 - 20.00 malam
Mat Malam P. Andrie, saya atas nama pribadi, keluarga dan sebagai bagian dari umat Buddhis, dengan ini, saya nyatakan, bahwa acara seminar di JITEC tgl 14 Nov'09 sungguh sangat luar biasa sekali, karena dengan kebesaran dan keagungan dari P. Andrie dan teamnya, sehingga dapat menghadirkan P. Jaya Suprana, meskipun beliau dalam keadaan kurang sehat.
Bagi P. Jaya Suprana, tidak bisa lagi menepuk tangan saat selesai acara, karena menilai keagungannya kondisi saat itu, dan saya secara pribadi, tidak bisa lagi menahan titik air mata, saat merenungi dan meresapi sambutan dari Menteri DKP dan mantan Menpora.
Kondisi ini memang dil uar dari batas kewajaran dan sangat istimewa sekali, bagi seorang P.Andrie, yang sangat gigih, bijak, dan penuh dengan cinta kasih sesama umat manusia di segala keadaan, golongan dan apapun namanya yang terkait dengan bidang sosial, budaya, dan pendidikan motivasi.
Maka dalam kesempatan ini saya pribadi, memberikan gelar kepada P. Andrie, bukan saja SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat) dan TBSSS (Tapi Bisa Sukses Sampai Sekarang), melainkan dapat menyandang gelar DRS(Dari Relawan Sejati), sehingga P. Andrie yang dari awal kehidupannya sangat prihatin, tetapi karena Karunia dari Sang Bodhisatwa, maka sekarang P. Andrie menjadi seorang yang menyandang gelar SDTT, tetapi TBSSS. Untuk selanjutnya gelar yang pantas untuk P. Andrie, saya mengusulkan menjadi : "DRS P. Andrie Wongso, SDTT & TBSSS"
Kami terus mendukung perjuangan P. Andrie, untuk kehidupan umat, massa dan bangsa Indonesia. Salam hormat dan luar biasa. Terima kasih atas acara motivasinya di Radio Cakrawala dan Smart FM! Sampai jumpa di acara berikutnya.
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?