Awal tahun biasanya merupakan saat yang tepat untuk mengadakan evaluasi tentang apa saja yang sudah kita raih di tahun sebelumnya dan apa yang masih perlu ditingkatkan atau diperbaiki untuk tahun yang akan datang. Apabila kita ingin melakukan evaluasi, hal pertama yang kita butuhkan adalah kemauan untuk menyediakan waktu. Kadang kala, karena kesibukan yang kita miliki, kita tidak pernah sungguh-sungguh memiliki waktu khusus untuk mengevaluasi diri secara obyektif. Ada kalanya kita perlu menghindari kesibukan dan rutinitas sehari-hari demi meluangkan waktu untuk mengevaluasi dan merenungkan kembali apa yang sudah kita lalui sepanjang tahun 2007: apakah pengharapan-pengharapan yang kita miliki sudah terealisasi sepenuhnya? Kalau ternyata belum, apa yang menjadi penyebabnya?
Selain meluangkan waktu, hal kedua yang kita butuhkan adalah keterbukaan dan kejujuran terhadap diri sendiri – ini adalah faktor yang sangat penting, karena sering kali kita tidak bisa melihat diri kita secara obyektif. Mungkin kita menganggap bahwa diri kita cukup baik, padahal sebetulnya kita belum mencapai titik kemaksimalan yang seharusnya. Hal ketiga yang kita butuhkan dalam mengevaluasi diri adalah mendengar input atau masukan dari orang lain. Keterbukaan untuk menerima masukan dari orang lain akan mendatangkan manfaat bagi diri kita sendiri.
Untuk dapat mengenali kelemahan-kelemahan kita secara obyektif, kita perlu mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kita. Biasanya, orang-orang yang tidak menyukai kita cukup jeli dalam mencari dan melihat apa yang menjadi kelemahan kita. Sahabat atau teman –walaupun ingin menyampaikan kritikan atau koreksian– biasanya akan menggunakan bahasa yang lebih halus sehingga kadang-kadang justru mengaburkan maksud yang sesungguhnya.
Lalu hal keempat yang juga perlu kita lakukan adalah mencoba untuk menilai segala sesuatu secara obyektif dan bukan membandingkan diri kita dengan orang lain. Ketika kita membandingkan diri dengan orang lain, kita akan selalu bisa menemukan orang-orang yang jauh di bawah kita atau di atas kita. Mari belajar membandingkan diri dengan potensi yang kita miliki. Saya mendapati bahwa orang-orang yang suka merenung dan melakukan evaluasi diri memiliki kemampuan untuk mengenali titik lemah dan titik kekuatan yang ia miliki, juga mampu membandingkan dirinya dengan potensi yang seharusnya ia miliki. Dari situlah orang-orang semacam ini menjadi terpacu untuk memaksimalkan hidupnya lebih lagi. Jika kita melakukan keempat hal ini bersama-sama, akan jauh lebih mudah untuk mengenali adanya potensi-potensi lain dalam diri kita yang belum ter-explore selama ini, sehingga di tahun yang baru ini kita bisa menetapkan langkah-langkah untuk menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang masih tersembunyi itu.
Ada beberapa langkah yang perlu kita ambil untuk mengaplikasikan perenungan menjadi sebuah tindakan nyata. Yang pertama, fokuskan evaluasi pada kekurangan/kelemahan dan potensi-potensi yang belum tersentuh dalam diri kita. Setelah itu, mulai buat perencanaan yang sistematis dan ambil langkah-langkah radikal untuk menanggulangi kekurangan/kelemahan tersebut. Di sisi lain, kita juga mulai mencari cara untuk menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang selama ini masih terpendam dalam diri kita. Dengan melakukan hal ini secara konsisten, kita pasti akan mulai melihat kemajuan yang signifikan.
Membuat Perencanaan Disertai Target
Jangka waktu yang paling baik untuk menetapkan perencanaan adalah 3 bulan sekali – tetapkan target yang realistis dan kita tahu ada dalam daya jangkau kita. Pada saat yang sama, kita juga perlu melakukan evaluasi setiap minggu dan setiap bulan. Jadi, tujuan besarnya kita tetapkan untuk 3 bulan ke depan, tapi dari 3 bulan itu kita pecah lagi menjadi per minggu dan per bulan – apa yang menjadi target kita untuk bulan pertama, kedua, dst. Setelah mengetahui target masing-masing bulan, kita menetapkan langkah-langkah yang harus diambil sepanjang minggu pertama, kedua, dst.
Dengan melakukan evaluasi per minggu, kita bisa dengan mudah mengenali ‘kebocoran-kebocoran’ tertentu dalam hidup kita. Sebagai contoh: Sebelum akhir tahun kemarin kita berbicara tentang memaksimalkan potensi. Apabila kita mengetahui bahwa kita memiliki potensi untuk menjadi orang yang kreatif, kita dapat mulai menetapkan target: dalam 3 bulan ke depan, daya kreatif kita harus mengalami peningkatan yang signifikan. Kita mulai mencari tahu dengan mempergunakan teknik
mind mapping, apa saja yang harus dilakukan supaya kreatifitas kita bisa berkembang. Katakanlah kita membutuhkan latihan, membaca lebih banyak, dan belajar dari orang-orang yang sukses. Kemudian kita menetapkan target selanjutnya: bulan pertama saya akan banyak membaca, bulan kedua saya akan mencari tahu orang-orang sukses yang bisa saya ajak bertukar pikiran, dan bulan ketiga saya akan banyak berlatih. Target bulanan tersebut lalu mulai kita pecah: Dalam bulan pertama, selama 4 minggu ke depan saya ingin menyelesaikan 3 buku. Memasuki minggu keempat dalam bulan pertama kita bisa mulai memikirkan siapa orang-orang yang akan kita ajak untuk bertukar pikiran dan kemungkinan untuk menghubungi orang-orang tersebut. Memasuki minggu keempat dalam bulan kedua, kita juga bisa menetapkan latihan macam apa yang ingin kita jalani selama bulan ketiga.
Ketika praktek ini kita lakukan secara kontinyu, sistematis dan konsisten, akan ada pencapaian-pencapaian baru yang bisa kita raih dari waktu ke waktu, dan langkah menuju kesuksesan pun menjadi semakin dekat. Dengan perencanaan seperti ini, target yang kita tetapkan tidak akan mudah terlewatkan begitu saja, sebaliknya, kita akan mulai melihat target-target yang lebih besar dan visi-visi yang lebih spektakuler, sehingga level kesuksesan kita akan semakin meningkat.
Mind mapping
Mind mapping adalah sebuah metode yang digunakan untuk memaksimalkan cara berpikir seseorang. Kita bisa memulainya dengan mencari sebuah pokok bahasan yang kita ingin bedah. Sebagai contoh: pengembangan potensi. Setelah itu, kita mulai mencari kata-kata atau hal-hal yang erat kaitannya dengan pengembangan potensi. Misalnya: tekad, latihan, kekonsistenan, pengenalan diri, dan kebutuhan akan seorang mentor. Ketika kita dapat menemukan adanya hal-hal yang berkaitan erat dengan pokok bahasan tersebut, mulailah membedahnya satu per satu. Misalnya: bicara tentang tekad, apa saja yang berkaitan dengan tekad? Katakanlah sikap hati, kebiasaan dalam keluarga, dan karakter. Dari 3 aspek ini kita bisa melihat lebih lanjut, apakah sikap hati kita sudah menunjukkan tekad yang kuat? Adakah hal-hal yang bisa menggugurkan tekad yang kita miliki? Hal-hal apa yang biasanya membuat kita mengkompromikan tekad kita? Dari sini kita bisa menemukan adanya sebuah pola, dan dari pola ini kita bisa menemukan cara untuk menanggulangi hal-hal yang menjadi penyebab kegagalan kita. Dengan teknik
mind-mapping ini, kita bisa menemukan banyak solusi dari masalah yang kita hadapi dalam hidup sehari-hari.
Di tahun yang baru, biasanya para pemimpin organisasi atau perusahaan akan mengadakan beberapa perubahan. Jika di tahun baru ini Anda mendapati adanya perubahan-perubahan yang dibuat oleh pemimpin, mungkin bahkan tambahan
job description, saran saya adalah: pastikan kita bisa terus menjaga hati sehingga kita tidak mudah terganggu oleh perubahan-perubahan yang ada. Sebetulnya, setiap perubahan yang harus kita lalui akan menolong kita untuk mengembangkan potensi dan kapasitas, dan juga menolong kita agar tidak terjebak dalam rutinitas. Dengan begitu, kita bisa menjalani hari-hari dengan lebih bersemangat karena adanya tantangan-tantangan baru yang akan kita hadapi. Memang untuk itu kita membutuhkan konsep pikir atau paradigma yang benar, karena jika kita melihat perubahan yang ada dari sudut pandang yang keliru, kita tidak akan pernah bisa menikmati perubahan yang terjadi. Sebaliknya, kita akan mulai marah dan mengeluh. Karena itu, belajarlah untuk menjadikan setiap perubahan sebagai batu loncatan untuk terus mengembangkan kapasitas. Ingat hal ini baik-baik: zona nyaman bisa menjadi jebakan yang paling berbahaya. Karenanya, jangan ijinkan diri Anda terjebak dalam zona nyaman. Semakin Anda merasakan adanya tantangan dan perubahan yang harus ditaklukkan, semakin Anda akan menjalani hidup dengan antusias. Semakin Anda merasa antusias, semakin bagus pula kinerja dan daya juang yang Anda miliki. Dengan demikian, tidak akan pernah ada kemerosotan dalam grafik hidup Anda.
Keterlibatan Seorang Pemimpin
Berbicara tentang perencanaan, biasanya akan lebih mudah untuk mengevaluasi rencana yang kita buat bagi diri sendiri. Namun, dalam perencanaan yang melibatkan orang lain (misalnya dalam sebuah keluarga atau lingkungan pekerjaan), peranan seorang pemimpin tim sangatlah penting. Seorang pemimpin tim membutuhkan kemampuan untuk bisa memotivasi dan menginspirasi – bukan hanya diri sendiri melainkan juga orang-orang lain, minimal orang-orang yang berada dalam satu tim yang sama. Selain itu juga dibutuhkan kemampuan untuk mengorganisir, mengamati, sekaligus memanajemen apa yang ada.
Bagi Anda yang ditugaskan untuk menjadi pemimpin tim, Anda perlu mengadakan pertemuan dengan anggota tim secara periodik untuk menceritakan apa yang menjadi tujuan yang dicanangkan, agar setiap anggota tim dapat mengetahuinya dengan jelas. Dengan demikian, masing-masing anggota akan bisa mulai memunculkan potensi maksimal mereka untuk mencapai tujuan yang ada. Namun, sebelum mereka bisa memunculkan potensi mereka, tujuan tersebut harus ada dalam hati mereka terlebih dahulu. Untuk itu kita membutuhkan kemampuan untuk dapat menjelaskan dan menularkan visi/tujuan kita kepada seluruh anggota tim. Setelah itu, adakan juga pertemuan secara periodik untuk mengevaluasi hasil kerja yang ada. Jika kita mendapati bahwa tujuan yang ditetapkan tidak tercapai, jangan mencari kambing hitam, karena tindakan itu sama saja dengan menjadikan orang yang bersangkutan sebagai sasaran kemarahan oleh anggota tim lainnya. Milikilah sikap hati yang benar: seorang pemimpin tim yang sejati memiliki kebesaran jiwa untuk mengakui kekeliruan/kesalahan yang terjadi dalam timnya sebagai kesalahannya – “saya yang salah.” Di sisi lain, ketika mereka menikmati kesuksesan dan kemenangan sebagai sebuah tim, dengan kebesaran jiwa sang pemimpin juga akan berkata, “Kita telah berhasil.”
Untuk memaksimalkan kinerja kita tahun ini, pertama-tama, rencanakan terlebih dahulu bagaimana kita dapat menanggulangi kelemahan/kekurangan yang masih terus ada di sepanjang tahun 2007. Kita juga perlu mengevaluasi diri: Target apa yang sudah kita tetapkan untuk tahun 2007 yang belum tercapai dan apa alasannya? Ketika kita melakukan evaluasi seperti ini, jangan terjebak untuk mencari siapa atau apa yang salah, tetapi cobalah lihat ke dalam diri kita terlebih dahulu. Ketika kita mengenali apa yang menjadi kelemahan/kekurangan kita, kita bisa segera mengambil langkah untuk menanggulanginya agar kegagalan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan di tahun ini bisa diminimalkan.
Yang kedua, kita perlu mencari tahu bagaimana cara memaksimalkan potensi-potensi tersembunyi yang selama ini belum pernah ter-
explore dalam hidup kita. Saya percaya bahwa setiap orang pasti memiliki potensi, persoalannya ada beberapa potensi yang masih terpendam dalam diri kita. Ketika kita mulai mengenali apa saja yang menjadi potensi kita, kita bisa mulai memaksimalkannya.
Ketiga, cobalah mencari cara agar potensi-potensi yang kita miliki bisa dikombinasikan dan semakin diasah, sehingga kita akan meraih keberhasilan yang signifikan di tahun 2008 ini.
Saat ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengevaluasi diri dan mengambil ancang-ancang untuk menjalani hari-hari yang cemerlang dan bulan-bulan yang penuh keberhasilan di sepanjang tahun. Satu pesan saya: jangan pernah menyerah, karena meskipun ada banyak tantangan baru yang akan kita hadapi, kita akan selalu menemukan peluang yang bisa kita nikmati.
~
www.kesuksesan-sejati.blogspot.com ~
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Steven Agustinus
|
 |
Mendaur Hobi Mendulang Uang
|
 |
Strategi Baru Di Tahun Yang Baru
|
 |
Menghadapi Persaingan Di Tempat Kerja
|
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 3
|
 |
Developing A Good Business Relationship
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Check Our Commitment
(Artikel Anda) -
Senin, 21 Januari 2008
|
 |
PR Liburan
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 Januari 2008
|
 |
Mari Kita Bermimpi
(Artikel Anda) -
Kamis, 24 Januari 2008
|
 |
Penyu Atau Ayam ?
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 Januari 2008
|
 |
Kisah Sekelompok Serigala
(Artikel Anda) -
Sabtu, 26 Januari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Live Your Life With Passion
(Artikel Anda) -
Rabu, 16 Januari 2008
|
 |
Tentang Pelecehan Dan Dilecehkan
(Artikel Anda) -
Senin, 14 Januari 2008
|
 |
Amati Seksama Dan Petik Sebuah Makna
(Artikel Anda) -
Sabtu, 12 Januari 2008
|
 |
Nilai Dan Prioritas Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 07 Januari 2008
|
 |
Jadilah Diri Anda Seutuhnya
(Artikel Anda) -
Sabtu, 05 Januari 2008
|
|
|