Salah satu pertanyaan yang mungkin tidak membutuhkan jawaban adalah pertanyaan "Siapa yang ingin menjadi nomor 1?"
Menjadi nomor 1 hampir selalu dikaitkan dengan hal-hal lazim seperti mendapatkan posisi yang paling terhormat, meraih penghargaan yang tertinggi, mencatatkan nilai yang sempurna, menggapai pucuk pimpinan sebuah organisasi dan sebagainya.
Banyak sekali orang yang secara langsung ataupun tidak langsung merasa dirinya dipermalukan, merasa patah arang, merasa putus harapan, merasa putus asa dan kecewa ketika dirinya hanya menjadi "nomor 2", apalagi ketika dirinya pernah mendengar sebuah slogan yang mengatakan, "Sesungguhnya nomor 2 adalah pecundang nomor 1."
Apa yang ingin saya sharing-kan pada kesempatan ini ?
Menjadi nomor 1 yang dikaitkan dengan sebuah pencapaian prestasi dalam kehidupan ini, bukanlah mengacu pada sebuah sistem alphanumerik, tidak dimaksudkan pula sebagai sesuatu yang sifatnya abadi dan atau menjadi hal tak tergantikan.
Sebaliknya "menjadi nomor 1" dalam mencapai sebuah prestasi tertinggi dalam kehidupan ini lebih mengacu pada sikap kedewasaan mental (maturity), lebih dimaksudkan pada konsistensi pada komitmen untuk mengerahkan segala yang terbaik.
Perlu diingat, menjadi "nomor satu" merupakan hal yang sifatnya sementara, karena siapapun yang datang kemudian bisa "merebut" posisi tersebut!
Pada akhirnya, saya sampai pada sebuah pemahaman mengenai "sikap mental menjadi nomor 1":
Jadilah nomor 1
Mengherankan pada kenyataannya para pesaing hampir selalu lebih banyak mengerahkan segala upayanya untuk mengekor sang nomor 1 daripada untuk "menyalipnya".
Jadilah nomor 2
Merupakan cara/usaha yang jauh lebih mudah dan relatif menggunakan biaya yang jauh lebih murah mempelajari segala sepak terjang yang dilakukan sang nomor 1 saat Anda persis berada "di belakangnya".
Jadilah nomor 3
Tidak masalah menjadi nomor 3, nomor 1 hanyalah "gelar juara bertahan"sedangkan nomor 2 jaraknya hanya selangkah di depan Anda!
Semoga bermanfaat.
Salam Sukses Selalu!
___________________________________________
Samuel Tan -Salesmanship Trainer, Book Author
www.stantutorial.wordpress.com / www.ranking1google.wordpress.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Samuel Tan
|
 |
Untung Saya Belum Tahu
|
 |
Anak Kunci
|
 |
Membangun Negosiasi Pada Tahap Follow-up
|
 |
Arti Sesungguhnya Menjadi Nomor 1
|
 |
Antara Trik dan Teknik
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Cahaya Dan Bayangan Gelap
(Artikel Anda) -
Jumat, 09 Desember 2011
|
 |
Salesman, Manusia Pembelajar
(Artikel Anda) -
Selasa, 13 Desember 2011
|
 |
The Billionaire
(Artikel Anda) -
Sabtu, 17 Desember 2011
|
 |
Kejernihan Hati
(Artikel Anda) -
Minggu, 01 Januari 2012
|
 |
Anak Kunci
(Artikel Anda) -
Jumat, 06 Januari 2012
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Success For Teenagers
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 November 2011
|
 |
Kopi Pahit
(Artikel Anda) -
Rabu, 16 November 2011
|
 |
Cari Solusi
(Artikel Anda) -
Jumat, 11 November 2011
|
 |
Spiritual Selling
(Artikel Anda) -
Senin, 07 November 2011
|
 |
When You Do Not Give Up, You Can Not Fail
(Artikel Anda) -
Minggu, 30 Oktober 2011
|
|
|