Di tengah hutan belantara, di atas sebuh pohon yang tinggi besar dan berdaun lebat, bersaranglah seekor burung rajawali. Dalam sarang tersebut terdapat beberapa telur yang siap menetas. Pada suatu hari, datanglah angin kencang yang menerjang pohon tersebut sehingga satu dari telur-telur rajawali tersebut jatuh. Namun beruntung, telur tersebut jatuh tepat di atas sarang seekor ayam (hutan) sehingga tidak pecah. Kemudian telur tersebut menggelinding menyatu dengan telur-telur ayam yang sedang dierami sang induk.
Hari berganti hari, akhirnya telur rajawali tersebut menetas juga bersama telur-telur ayam lainnya. Dijalaninya hari-hari baru dengan anak ayam yang lain dengan rukun dan ceria. Ke mana-mana mereka bersama, mencari makan dan bermain menelusuri pelosok hutan. Semakin hari tubuh anak rajawali semakin besar dan ia melihat perbedaan fisiknya dengan anak ayam yang lain sehingga timbul penasaran dalam hatinya.
Suatu hari ia memberanikan bertanya kepada induknya, "Bu, kenapa tubuhku berbeda dengan yang lain? Kenapa tubuhku lebih besar dan sayapku lebih lebar?"
Namun sang induk enggan menjawab pertanyaan itu. Akhirnya anak rajawali pun hanya bisa diam dengan rasa ingin tahu yang terpendam di dada. Lama-kelamaan ia pun tak lagi menghiraukan penasarannya itu.
Suatu ketika ia melihat seekor rajawali sedang terbang tinggi di angkasa. "Oh, betapa indah dan hebatnya rajawali itu, terbang menjelajah di angkasa. Alangkah gagahnya…" gumamnya dalam hati. Ia pandangi rajawali yang sedang terbang itu dengan kagum. Sejak saat itu ia sering menyendiri dan merenung. Ia ingin sekali bisa terbang seperti rajawali tersebut.
Beberapa hari kemudian ia kemukakan keinginannya untuk bisa terbang pada sang induk ayam. Namun dengan ketus sang induk hanya berkata, "Kamu hanya seekor anak ayam, mana mungkin bisa terbang seperti rajawali… Kamu jangan mimpi yang aneh-aneh, nak!"
Tak peduli dengan apa yang dikatakan sang induk, ia pun berusaha mengepakkan sayapnya. Tapi setiap kali ia berlatih terbang, maka anak ayam yang lain mengejeknya dan berkata, "Kamu ingin terbang? Ha..ha..ha.., kamu gila! Kamu kan anak ayam, mana mungkin bisa terbang."
Mendengar itu semua, anak rajawali itu pun menjadi sedih dan patah semangat. Lambat laun ia pun melupakan impiannya untuk bisa terbang. Akhirnya ia pun hidup dengan pikiran seekor ayam, menjalani kehidupan laksana seekor ayam dan akhirnya matipun sebagai seekor ayam. Sungguh malang nasibnya…
Nah, sahabat yang budiman. Tahu nggak? Sebenarnya kita semua adalah anak rajawali, sama seperti anak rajawali tersebut di atas. Sesungguhnya kita bisa terbang tinggi menjelajah angkasa dengan gagah perkasa.
Sesungguhnya kita terlahir sebagai anak rajawali dan memiliki potensi naluriah sebagai seekor rajawali yang gagah perkasa. Namun malangnya, kita hidup di lingkungan ayam, mengadopsi pemikiran-pemikiran ayam, dan akhirnya hidup sebagai seekor ayam. Kita dengan kejam mengubur impian-impian kita untuk bisa terbang di angkasa sebagai rajawali sebagaimana mestinya. Kita terlalu pasrah dengan keadaan, dan akhirnya mati membusuk sebagai seekor ayam.
Maka sahabat, kalau kita benar-benar ingin terbang, kita harus berani mengepakkan sayapnya dan melompat. Tak peduli sebanyak apa kita jatuh, maka sebanyak itu pula kita melompat lagi. Percayalah kita pasti bisa karena kita adalah anak rajawali!
Kalau kita benar-benar ingin terbang, kita harus berani keluar dari konteks seekor ayam dan berpikir dengan konteks rajawali. Yakinlah kita pasti bisa karena kita adalah anak rajawali!
Lihatlah sahabat, angkasa membentang indah tak bertepi. Kita dapat melihat keindahan bumi manapun dari sini. Kita bisa pergi ke manapun yang kita mau. Kita bisa menjadi diri kita sendiri!
Sungguh bahagia sahabat, menjadi diri kita yang sesungguhnya, memanifestasikan anugerah Sang Pencipta yang ada pada diri kita. Tunggu apalagi sahabat, kepakkan sayapmu! Terbanglah!
Salam sukses!
Agus Riyanto
Sukses sejati, sukses dunia - akhirat.
Email : agus4ever@gmail.com
Phone : 085227428804
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Agus Riyanto ( Daftar Artikel Selengkapnya )
|
 |
Cara Membangkitkan Semangat dan Kebugaran Jiwa
|
 |
Berani Tampil Beda
|
 |
Tahun Baru, Selalu Ada Harapan Baru
|
 |
Born To Be A Champion
|
 |
Badai Pasti Berlalu (2): Finding The Real Love
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Semut Dan Roda Pedati
(Artikel Anda) -
Jumat, 13 April 2007
|
 |
Kekuatan Dari Fokus
(Artikel Anda) -
Sabtu, 14 April 2007
|
 |
Wortel, Telor Dan Kopi
(Artikel Anda) -
Minggu, 15 April 2007
|
 |
Sebatang Bambu
(Artikel Anda) -
Senin, 16 April 2007
|
 |
Dont Stop Studying
(Artikel Anda) -
Selasa, 17 April 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Citra Diri Sukses
(Artikel Anda) -
Minggu, 08 April 2007
|
 |
Semua Orang Harus Dan Wajib Sukses
(Artikel Anda) -
Rabu, 04 April 2007
|
 |
Rasa Percaya Diri Yang Terlatih
(Artikel Anda) -
Rabu, 04 April 2007
|
 |
Dibalik Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Senin, 02 April 2007
|
 |
Pemicu "Diri Super"
(Artikel Anda) -
Rabu, 28 Maret 2007
|
|
|