Andrie Wongso disebut-sebut sebagai "The Best Motivator" atau Motivator Nomor Satu di Indonesia. Salah satu alasannya, karena dialah orang yang pertama tampil sebagai motivator massa melalui media kartu pada 1980-an. Kartu produksi berlabel
Harvest ini amat laris pada masanya. Penggemarnya bukan saja berdatangan dari seluruh pelosok Indonesia, bahkan dari luar negeri. Komunitas penggemar kata-kata mutiara atau motivasi itu kemudian bergabung dalam ikatan HFC (
Harvest Fans Club).
Setelah kartu, Andrie Wongso menyuntik semangat lewat buku dan toko khusus penjual pernak-pernik yang berisi kalimat-kalimat penggugah semangat, majalah, radio, televisi; selain secara teratur menghadiri undangan banyak orang yang minta dimotivasi secara langsung di berbagai tempat.
"Ketika orang bertanya siapa raja dangdut, orang akan menyebut nama Rhoma Irama dan menyebut nama Inul Daratista jika orang bertanya siapa ratu goyang ngebor. Begitu juga ketika orang menyebut saya sebagai motivator nomor satu. Itu adalah pengakuan umum dan merupakan tanggung jawab supaya saya tetap konsisten berbakti pada nusa dan bangsa," kata Andrie.
Julukan itu juga bisa berarti ganda, sebagai yang pertama, juga sebagai yang utama. Terlepas dari makna yang mana, namanya saat ini tetap eksis saat semakin banyak bermunculan motivator-motivator. "Karena saya menggunakan pengalaman pribadi untuk memotivasi orang. Itu yang tidak dimiliki orang lain," katanya menelaah tentang eksistensinya.
Pengalaman pribadinya memang amat kaya. Lahir dari anak tukang kue, Andrie bahkan tidak tamat sekolah dasar. Hidupnya amat perih. Ketika pemerintah Orde Baru membubarkan sekolah Mandarin tempat dia menuntut ilmu, sebagian besar teman-temannya pindah ke sekolah rakyat umum. Namun, Andrie, kakak, dan adiknya tetap di rumah. Tak ada dana untuk pendidikan. Bahkan untuk makan pun sulit bukan main. Makanan istimewa yang diterima di masa kecil berupa telur rebus, itu pun hanya separuh dan saat berulang tahun.
Hanya berbekal tekad dan semangat, ia meninggalkan kampung halamannya, Kota Malang, menuju Jakarta. Bekerja sebagai sales produk sabun, belajar dan menjadi guru kung fu, serta akhirnya merantau ke Hong Kong mencoba peruntungan sebagai aktor film laga. Tak pernah mendapat peran utama, ia kemudian menyadari bukan di situ hidupnya. Ia memutuskan kembali ke Indonesia. Perjalanan panjangnya membuahkan kebijakan dalam dirinya.
Perjalanan hidup mana yang paling mendasari Anda mampu menjadi seperti sekarang ini ?
Bakat mengajar dan memotivasi saya terasah ketika belajar dan menjadi guru kung fu aliran Hap Kun Do. Bela diri ini mengutamakan kekuatan, kecepatan, dan fleksibilitas. Dari sini pula saya mampu membentuk mental positif berupa disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, ulet, dan bersikap ksatria.
Namun, pada dasarnya, semua perjalanan hidup mengajarkan saya sebuah hikmah. Saya selalu teringat malam-malam menjelang dini hari ibu saya masih menumbuk tepung untuk dibuat kue yang akan dijajakan pagi-pagi. Ibu saya adalah motivator utama, diikuti oleh Bruce Lee. Dia berangkat dari Asia ke Amerika mulai dari nol dan sukses.
Mengapa Anda tidak meneruskan mimpi menjadi aktor laga? Bukankah Anda sudah memulainya?
Ha..ha...ha...pada akhirnya saya tahu, bukan di sana tempat saya, kendati sudah mulai ikut main film di Taiwan. Akan tetapi, dari mimpi menjadi aktor itu juga memberikan sebuah pelajaran kepada saya. Saya tekun dan gigih melamar, sampai perusahan film Eterna Hong Kong memanggil ke Hong Kong. Itu adalah pertama kalinya naik pesawat dan berhadapan dengan kamera. Saya tidak terpilih untuk sukses seperti Bruce Lee. Akan tetapi, terpilih untuk memotivasi, menggali kebaikan dan kebenaran secara universal. Saya tidak membatasi diri. Bisa masuk ke pesantren, gereja, kuil, bisa berlaku sosial juga profesional.
Orang sering bingung dengan titel di belakang nama Anda, SDTT, TBS?
Itu singkatan dari Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses ha..ha..ha. Saya ingin memberi semangat pada mereka yang mungkin juga senasib dengan saya. Kendati tidak bisa sekolah, tetapi selalu ada jalan sukses yang bisa kita tempuh. Success is My Right!
Anda sudah bertahun-tahun menjadi motivator, tetapi tetap laris diundang orang. Apa rahasianya?
Yang saya bagikan adalalah pengalaman hidup pribadi saya yang keras. Itu yang jarang dimiliki orang lain. Orang akan merasa termotivasi, Andrie Wongso yang tidak tamat SD saja bisa seperti ini sekarang. Ini adalah contoh nyata.
Berapa kali sebenarnya diperlukan seseorang untuk men-"charge" energi berupa motivasi dari luar dirinya dan seberapa efektif?
Seumur hidupnya. Ada saat orang lemah, dan ia butuh suntikan. Namun ada pula orang yang sudah kuat, tetap perlu menjaga dan meningkatkannya. Dua contoh bahwa motivasi dibutuhkan terjadi pada seorang pemuda yang putus asa dan Hendrawan, juara Thomas Cup tiga kali.
Contoh pertama, si pemuda yang putus asa dan berniat bunuh diri, tidak jadi melakukannya setelah membaca buku saya. Ia datang dan mencari saya. Sambil menangis ia bercerita diusir orang tuanya karena beberapa kali bangkrut ketika disuruh berusaha (karena modalnya habis dipakai berjudi). Saya bilang, kamu nakal. Siapkan waktu dan diri, besok kamu harus berubah dan sujud ke orangtua, walaupun diusir jangan pergi. Takut-takut, besoknya ia pulang, dan menelepon kembali mengabarkan bahwa kini ia dipercaya orangtuanya. Pemuda ini membaca buku saya "18 Wisdom & Success". Ia membaca tulisan di cover buku: "Hidup adalah tanggung jawab. Daripada berani mati secara pengecut, lebih baik baik berani hidup secara ksatria."
Sementara Hendrawan yang 'terbuang' oleh PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) akhirnya tampil gagah berani dan lebih ulet setelah sharing pendapat dengan saya. Ia kemudian tiga kali menjadi pahlawan Thomas Cup 2000, bahkan menjadi juara dunia. Intinya seperti ajaran Islam, kalau kita tidak mau berubah, Allah juga tidak akan mengubah nasib kita.
Fenomena bunuh diri kian marak saat ini. Jika Anda berhasil mencegah sebuah niat, mampukah Anda melakukannya secara lebih luas?
Ini perlu dukungan pemerintah, bukan hanya oleh seorang Andrie Wongso. Mental bangsa kita ini masih sangat miskin. Bunuh diri, korupsi, dan perbuatan-perbuatan lainnya disebabkan oleh miskinnya mental itu. Ciri-ciri bangsa yang miskin mental adalah loyo, malas, kurang keinginan untuk belajar, bimbang, ragu, iri, tidak disiplin, egois, tidak bisa bekerja sama, kurang bertanggung jawab, dan ogah-ogahan. Lihat di Jakarta, naik bus tidak dari halte, berhenti di mana saja, belum lagi masalah korupsi. Sekarang tidak usah diurusi yang sudah terjadi, bikin satu sebagai satu pelajaran. Kita harus kompak dalam ikatan Spirit of Indonesia. Presiden, wakil presiden, menteri-menteri dan lainnya harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki kondisi ini.
Apa langkah konkretnya?
Pemerintah harus menularkan virus semangat dan kebersamaan kepada rakyatnya. Ini perlu dibangun. Saya mengusulkan dibuatnya sebuah hari nasional, yaitu "Hari Motivasi Nasional". Misalnya pada tanggal 1 Januari. Ini bukan sekadar hari peringatan, diikuti sebagai "Bulan Disiplin Nasional". Artinya, pada bulan ini, semua orang membuat acara yang berkaitan dengan masalah disiplin. Presiden, wakil presiden, menteri di bidang masing-masing menjabarkan dan mencontohkannya. Misalnya seorang direktur setiap hari Senin mengumpulkan karyawannya untuk menjelaskan tentang disiplin Indonesia. Setiap anak sekolah diberi pengertian, apa itu arti displin, dalam rumah tangga, semua ruhnya disiplin.
Bulan selanjutnya "Bulan Kerja Keras Nasional", lalu ada "Bulan Produktivitas Nasional", "Bulan Membaca Nasional", lalu bulan yang dekat bulan Puasa "Bulan Ibadah Nasional". Kalau semua rakyat Indonesia melakukan hal yang sama, menyuarakan Spirit of Indonesia, saya yakin Indonesia akan berubah dalam waktu 5 x 5 tahun. Akan habis semua itu korupsi. Korupsi disebabkan banyak orang Indonesia itu serakah. Kalau serakah ya susah. Ngoyo, terus melakukan kejahatan, korupsi. Adanya Spirit of Indonesia bisa memberantas korupsi, termasuk terorisme.
(Uci Anwar / Pikiran Rakyat)
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Uci Anwar (Pikiran Rakyat)
|
 |
Hari Motivasi Nasional
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Misi Apollo
(Artikel Anda) -
Selasa, 09 November 2010
|
 |
Mencintai Keindahan
(Artikel Anda) -
Kamis, 11 November 2010
|
 |
Belajar Dari Juru Kunci Merapi
(Artikel Anda) -
Jumat, 12 November 2010
|
 |
Cara Menyampaikan Saran Dalam Sebuah Forum
(Artikel Anda) -
Senin, 15 November 2010
|
 |
Kemarahan
(Artikel Anda) -
Senin, 22 November 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Hidupkan Mimpimu
(Artikel Anda) -
Kamis, 04 November 2010
|
 |
Kisah Katak Dan Gajah
(Artikel Anda) -
Selasa, 02 November 2010
|
 |
Belajar Dari Orang Tuli
(Artikel Anda) -
Jumat, 29 Oktober 2010
|
 |
Keindahan Cinta Dan Rasa Syukur
(Artikel Anda) -
Selasa, 26 Oktober 2010
|
 |
The Secret Power Of Love
(Artikel Anda) -
Kamis, 21 Oktober 2010
|
|
|