Sahabat yang Luar Biasa!
Jika kita amati, tidaklah banyak perusahaan yang bisa bertahan/eksis sampai 50 tahun, apalagi 100 tahun. Sebenarnya, dalam 10 tahun sejak berdiri, sebuah perusahaan akan mengalami fase krusial: turun, bertahan hidup, atau tumbuh. Satu di antara beberapa faktor yang sangat menentukan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.
Salah satu pemicu (trigger) agar SDM tersebut tetaplah unggul adalah senantiasa menempatkan mereka pada posisi kompetisi yang benar-benar kompetitif. "Wasit" dari arena kompetisi itu kita namakan KPI (Key Performance Indicator).
Biasanya KPI, baik di perusahaan swasta yang notabene business oriented maupun instansi yang service & support oriented mengandung unsur sebagai berikut:
•Financial: indikator ini menunjukkan sejauh mana SDM tersebut memberikan kontribusi langsung terhadap profit perusahaan (jika perusahaan berorientasiprofit). Sebalikjnya, ika instansi bersifat service & suport, indikator ini mengarah ke sejauh mana SDM bisa menghemat anggaran. Bentuk penilaiannya merupakan perkalian antara skor yang dibuat (misal 1-5) dengan bobot persentase yang ditetapkan.
•Customer: indikator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada bisa memberikan servis yang baik ke pelanggan/konsumen/masyarakat yangmemerlukannya. Indikator pengukurannya sama seperti di atas (skor dikalikan denganbobot). Yang jadi acuan misalnya servis level agreement (bisanya dinyatakan dengan jumlah hari), waktu pelayanan sampai selesai (biasanya menit/jam). Pelanggan bisa dalam bentuk eksternal/internal. Prinsipnya, dalam bisnis proses/pelayanan publik, the next process is our customer.
•Internal Process: indikator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada bisa melakukan kontrol pekerjaan sesuai mekanisme yang ada sehingga bisnis/servis yang diberikan bisa terjaga akuntabilitas dan transparansinya. Yang menjadi bahan kajian adalah aturan dibuat seideal mungkin. Sehingga, semakin tinggi jabatan seseorang, yang bersangkutan akan berhadapan pada kondisi "jika dijalankan melanggar aturan, jika tidak dijalankan bisnis/servis tidak bisa berjalan optimal".
Bisnis/institusi yang bergerak di bidang jasa keuangan paling dominan menghadapi kondisi seperti ini, sehingga pengambil keputusan dituntut untuk bisa mempertanggungjawabkan risiko.
•People: indikator ini menunjukkan sejauh mana SDM yang ada bisa meningkatkan kompetensinya, baik secara formal (melalui training, coaching, dsb) atau non formal (dengan learning by doing atau belajar autodidak). Jika karyawan tersebut pada posisi pimpinan/supervisor, indikator ini menunjukkan sejauh mana pimpinan tersebut dapat membina bawahannya untuk berkembang dalam hal kompetensi yang dibutuhkan untuk menunjang kinerjanya.
Nah...apapun profesi Anda, tempatkanlah selalu diri Anda pada posisi di dalam arena kompetisi, sehingga Anda akan menjadi pribadi yang senantiasa unggul dan kompetitif.
Sukses di Tangan Anda..!
Salam Hangat,
Wahyudi Hari Siswanto,
Praktisi di Industri Jasa Pembiayaan
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Wahyudi Hari Siswanto
|
 |
KatakSangJuara Itu Ternyata Tuli
|
 |
Bekerja Kompetitif adalah Kinerja yang Luar Biasa!
|
 |
Focus To Can Do Circle of Mind
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Hidup Bukanlah Sandiwara
(Artikel Anda) -
Selasa, 12 Januari 2010
|
 |
Kerja Keras
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Januari 2010
|
 |
Kita Adalah Arsitek Masa Depan Kita Sendiri
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Januari 2010
|
 |
Utamakan Kualitas
(Artikel Anda) -
Senin, 18 Januari 2010
|
 |
Dewa Ikan Asin
(Artikel Anda) -
Rabu, 20 Januari 2010
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Antara Sukses Dan Tindakan
(Artikel Anda) -
Senin, 21 Desember 2009
|
 |
Merobohkan Benteng Penghalang Impian
(Artikel Anda) -
Senin, 21 Desember 2009
|
 |
Menikmati Permasalahan Hidup
(Artikel Anda) -
Selasa, 15 Desember 2009
|
 |
Kelahiran Dan Kematian, Mau Menangis Atau Tertawa?
(Artikel Anda) -
Kamis, 10 Desember 2009
|
 |
Cinta Sejati Tidak Perlu Alasan
(Artikel Anda) -
Senin, 07 Desember 2009
|
|
|