“Ciaaaattt….”
“Buk… buk… deg….dug…”
Lalu dengan waktu tidak lama, terdengar suara pedang berdenting ataupun sebatang toya (tongkat) melesat, mencari kelemahan lawannya. Belum lagi desis angin karena tendangan atau pukulan yang menyeruak dengan sangat cepat dan kuat, menuju sasaran……
Luar biasa dalam beberapa film arahan Tsui Hark, sangat membuat kita tidak bisa duduk nyaman saat menontonnya. Gambaran diatas sering kita lihat di film-film Kung Fu lainnya juga.
Ada yang sangat menarik dengan beberapa cerita Kung Fu baik saat Sang Hero belajar di sebuah perguruan ataupun saat aplikasi dengan medan pertarungan yang sebenarnya. Yang paling menarik dalam beberapa serial saat berlatih keras, baik pukulan, tendangan ataupun yang lainnya. Boneka Shaolin. Ya, Bhoneka Shaolin, yang sangat sering menjadi ajang kebringasan penyaluran energi dalam pukulan, tendangan, dll. Dipukul dan terbanting sampai mendekati tanah, kembali berdiri, ditendang, kembali berdiri. Bahkan cukup sering kita lihat, Si Jagoan yang sedang berlatih terkena pukulan balik dengan cepat dan keras, kemudian Si Jagoan terjatuh. Kalau dalam film sering dengan bumbu lebih banyak, terjatuh, terkena tangga, tersiram air panas, dst….mirip dalam film-film Jackie Chan.
Dalam kehidupan nyata, ada pelajaran atau lebih pasnya disebut tempaan yang sangat berat sering dialami oleh orang-orang sukses, pada saat berjuang meraih kesuksesannya. Mereka adalah pemenang. Saat berlatih bukan hanya sebagai ‘Si Jagoan’ lebih sering ditempa menjadi ‘Boneka Shaolin. Tempaan hidup yang berat, banyak kegagalan, dicerca, dicaci, dimarahi, dipojokkan, dihina, dll yang sangat sarat dengan penderitaan.
Dalam sebuah organisasi, perusahaan, social, dll, bisa jadi tempaan seperti ini juga terjadi. Rasanya sangat terpukul, serasa akan jatuh dengan banyak response negative dari luar, namun tidak pernah terjerembah di tanah. Dipukul seribu kali, ditendang seribu kali, bahkan berlipat dengan berjuta kali. Boneka Shaolin akan tetap balik berdiri. Mendekati tanah sekalipun, tidak sampai terjungkir atau tersungkur. Tak ayal lagi, banyak dalam cerita lanjutanya, Si Jagoan sudah kepayahan, Boneka Shaolin tetap berdiri dengan gagah. Saat penyerang bertubi hingga tak berdaya, dia tetap sebagai pemenang.
Kekuatan diri. Sekali lagi kekuatan diri, yang menjadikan boneka tersebut tetap berdiri. Memiliki pijakan yang kuat dan membumi, sehingga cita-cita yang diimpikan dan dijunjung diatas kepala tidak terjatuh berserak di tanah. Pijakan boneka tsb, dalam kehidupan nyata adalah visi yang kuat. Tertanam dengan tangguh tidak mudah digoyahkan, sehingga komitmen untuk meraih mimpi yang dicitakan tidak lekang karena berbagai benturan.
Karena sebuah tujuan (dibaca visi) dalam hidup, menjadi sebuah aturan main yang mengalahkan diri sendiri. Walau diri sering merasa untuk menyerah kalah, karena aturan tersebut tetap berjuang. Karena tujuan itu menjadi sumber kekuatan dan inspirasi menetralisir segala desakan dan tempaan, merubah kesulitan menjadi tantangan, merubah kepedihan menjadi tangga pijakan keberhasilan, dan semakin terkumpul segala hantaman, pukulan dan tendangan maka semakin menjadi tambahan kekuatan. Terbentuk self power yang sangat kuat, tangguh dan dahsyat.
Apakah masih ada yang harus give up dalam perjuangan? Siapkan diri dalam kondisi apapun, bersikap sebagaimana ‘Boneka Shaolin”. Kalau kita mampu merasakan sebagai Boneka Shaolin dan mencoba menerapkan dalam kehidupan, mengalahkan segala tantangan, maka akan menjadi pemenang sejati. Kesuksesan menjadi sangat dekat dari harapan untuk segera terealisasi. Sukses The Winner di http://yantsubiyanto.blogspot.com. Mari menjadi pejuang tangguh…. dan To Be a winner….. !
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Yant Subiyanto
|
 |
Ambil Madunya, Tebar Sarinya
|
 |
Tebar Stimulus Positif
|
 |
Gagal Karena Tidak Percaya
|
 |
Paku di Depan Pintu
|
 |
This Not My Job
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Hebat Luar Biasa...dari Diremehkan Menjadi Fenomena Dunia
(Artikel Anda) -
Senin, 27 April 2009
|
 |
Mindmap, Man Is Unique Dan Barrier Success
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Mei 2009
|
 |
Selamat Tinggal Masa Lalu
(Artikel Anda) -
Senin, 11 Mei 2009
|
 |
Membayar Harga Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Mei 2009
|
 |
Siapa Bilang Kerja Ikhlas Bukan Investasi?
(Artikel Anda) -
Senin, 18 Mei 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Bahagia Dan Sukses
(Artikel Anda) -
Selasa, 21 April 2009
|
 |
Harga Sebuah Mimpi
(Artikel Anda) -
Jumat, 17 April 2009
|
 |
Bangun Lebih Pagi
(Artikel Anda) -
Jumat, 10 April 2009
|
 |
Pit-stop Kehidupan
(Artikel Anda) -
Rabu, 01 April 2009
|
 |
Warna Abu-abu Ada Artinya Lho
(Artikel Anda) -
Rabu, 25 Maret 2009
|
|
|