The fear of death follows from the fear of life. A man who lives fully is prepared to die at any time.
- Mark Twain
Until we can manage time, we can manage nothing else.
- Peter F. Drucker
Apakah Anda sudah menonton film The Curious Case of Benjamin Button? Saya sudah menunggu cukup lama film ini diputar di bioskop. Pas hari pertama, Jumat, 6 Februari 2009 film ini ditayangkan di bioskop, saya langsung nonton!
. Setelah menonton film itu, saya segera menulis artikel ini.
Film yang diangkat dari cerita pendek karangan F. Scott Fitzgerald (Tahun 1922) ini menceritakan bagaimana hidup Benjamin Button, yang diperankan oleh Brad Pitt (Hmmm… pasti cewe-cewe suka nih
), lahir keriput seperti berusia 80-an tahun, tetapi perlahan-lahan jadi muda seiring dengan usianya yang bertambah tua.
Ada satu adengan yang sangat menarik perhatian saya, yaitu ketika Benjamin menjenguk Daisy (Diperankan oleh Cate Blanchett) di rumah sakit setelah ia tertabrak mobil. Benjamin duduk di ruang tunggu rumah sakit sambil berandai-andai. Andai Daisy tidak terlalu lama berganti pakaian saat pulang latihan menari. Andai seorang penumpang taksi tidak menerima telepon dulu. Andai si supir taksi tidak mampir membeli kopi. Andai… Andai…Andai kejadian-kejadian itu bisa diatur kembali, Daisy tidak akan tertabrak.
Film yang di produseri oleh Kathleen Kennedy, Frank Marshall, dan Cean Chaffin ini, menunjukkan bagaimana ketidakberdayaan manusia menghadapi waktu. Bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menahan lajunya waktu. Bahwa setiap detik waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan.
Bicara mengenai waktu, sesungguhnya kita semua memiliki waktu sama. Dua puluh empat jam dalam sehari. Tidak lebih. Tidak kurang. Tapi mengapa ada orang yang sukses dan orang yang tidak sukses? Apakah itu karena nasib, takdir, suratan, garis hidup, atau keberuntungan?
Oprah Winfrey berkata, “Luck is a matter of preparation meeting opportunity.” Bobby Unser berucap, “Success is where preparation and opportunity meet.” Kesuksesan ataupun keberuntungan adalah bertemunya persiapan dan kesempatan. Saya percaya bahwa kesempatan selalu datang pada setiap orang, tetapi sayangnya tidak ada seorang pun yang tahu kapan kesempatan itu datang dalam hidup masing-masing orang. Itu sebabnya, kita harus senantiasa mempersiapkan diri. Sehingga, pada saat ada kesempatan, ia tidak terlewatkan begitu saja. Omar Epps bertutur, “I believe success is preparation, because opportunity is going to knock on your door sooner or later but are you prepared to answer that?”
Jadi, yang terpenting adalah kita memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri. “Before anything else, preparation is the key to success,” Alexander Graham Bell menasehati. Orang sukses tahu betul bagaimana memanfaatkan waktunya dengan baik. Orang sukses menyadari bahwa dimana ia sekarang berada adalah hasil dari waktu yang ia investasikan di masa lalu. Dan, bagaimana ia menginvestasikan waktunya sekarang, akan menentukan dimana ia berada di masa akan datang. Dengan kata lain, waktu yang kita lalui setiap detik saat ini, menentukan kesuksesan kita di masa yang akan datang.
Film yang diunggulkan dalam 13 kategori Academy Award 2009 itu, barangkali terinspirasi oleh Mark Twain yang mengatakan, ”Life would be infinitely happier if we could only be born at the age of eighty and gradually approach eighteen.” Namun, apakah benar hidup lebih membahagiakan jika kita dilahirkan pada usia 80 tahun dan makin muda hingga 18 tahun seperti yang dikatakan oleh Mark Twain? Dalam catatan produksi film ini, penulis skenario, Eric Roth, justru bilang, tidak ada bedanya kita hidup maju atau mundur, yang penting adalah bagaimana kita mengisi hidup. Sebuah kata-kata bijak luar biasa! Selaras dengan Roth, Michael Altshuler pernah bertutur, ”The bad news is time flies. The good news is you’re the pilot.”
Gunakanlah waktu Anda dengan sebaik-baiknya!
Berny Gomulya adalah seorang penulis, pembicara, pelatih personal dan perusahaan dalam bidang leadeship, strategy dan operations. Untuk artikel motivasi lainnya, silahkan kunjungi blog Berny di: http://bernygomulya.com