Sebulan yang lalu, saya diundang oleh kakak misan yang untuk menghadiri pernikahan anaknya di sebuah tempat di Tangerang. Karena nama tempat resepsi itu sudah begitu melekat dalam ingatan saya , maka saya langsung saja menuju tempat di maksud yaitu yang ada di sekitar Serpong. Saya dengan istri berpikir bahwa tak salah lagi "inilah tempatnya" ( memang kebetulan undangan untuk saya , dititipkan di tempat kakak saya dan saya tak terpikir perlunya untuk mengambil undangan itu meskipun bila dilihat sebenarnya disana ada petanya ) .
Karena berbekal keyakinan tahu nama tempatnya, saya dan istri bergegas menuju tempat yang saya persepsikan sendiri sesuai ingatan saya itu ( bukan dengan melihat peta yang ada di undangan itu ) . akhirnya kamipun tiba di tempat itu dan tentu nya waktu yang kami anggap cukup itu menjadi terbuang karena ternyata kami salah alamat.
Ketika bertanya pada petugas keamana disana, dijawab bahwa untuk resepsi maka yang dipakai adalah hotel yang memang sama namanya dan sama pemiliknya, tetapi alamatnya adalah di jalan Gatot Subroto, maka waktu yang tersisa tinggal kira kira 5 menit saja, kami bergegas ke sana. Sampai disana, acara sudah selesai , tinggal pengantin dan keluarga besarnya saja yang masih tinggal, untung saja masih sempat berjumpa dengan keluarga kakak misan saya itu.
Dapat dibayangkan, betapa malunya saya dan juga betapa deg degannya karena harus memacu mobil dengan tergesa gesa dan sesudahnyapun saya dan istri harus tergopoh gopoh ke tempat undangan.
Ini nyaris sama saja halnya dengan istilah SKS yang umum kita dengar dikalangan pelajar dan mahasiswa , yaitu Sistem Kebut Semalam, dimana esok ujian baru malam ini belajar habis habisan .
Memang inilah fakta bahwa seringkali untuk menjalani kehidupan ini, kita memang sering terbiasa berjalan tanpa rencana .
Baru tadi saya membaca berita di surat kabar, bahwa di Perancis ada seorang anak muda yang bermaksud memasuki bank dengan cara membobol tembok , dan malangnya diluar perkiraannya, tempat tembusan yang ia tuju ternyata bukan yang ia harapkan , ia berhasil membobol tembok tetapi yang tembusannya ternyata toilet dan bukan tempat penyimpanan barang barang berharga, ia tertangkap karena alarm pengamanpun telah berdering sebelumnya ( sudah tertangkap, malu pula ) .
Berbeda halnya dengan kisah pembobolan ( mungkin istilah yang lebih tepat "penggangsiran " ) yang banyak terjadi di Jakarta beberapa tahun lalu, banyak pencuri dengan piawai berhasil memasuki toko toko emas melalui galian dari bawah tanah dan tembusannya tepat sekali berada pada lantai penyimpanan emas yang dituju . Ini bukan bermaksud sebagai contoh untuk diikuti, tetapi maling di Jakarta dalam soal membobol rupanya lebih canggih dibanding maling di Perancis tadi.
Kisah pencuri tadi menunjukkan bahwa malingpun ternyata punya konsep perencanaan yang sangat matang, sehingga presisinya ( istilah yang biasa digunakan sarjana teknik untuk menyatakan ketepatan ) begitu sempurna, sehingga bila diumpamakan dengan pesawat, maling itu berhasil mendarat dengan tepat di bandara.
Pertanyaanya, kalau maling kelas bawah saja punya perencanaan yang begitu matang dan sempurna, mengapa saya yang seringkali disebut sebagai profesional sering melupakan perencanaan ? .
Thomas Alva Edison, tidak mau mengatakan bahwa penemuan penemuan berbagai instrumen yang sangat banyak dan dipatenkan itu sebagai " discovery " melainkan ia menyatakannya sebagai "yang sudah merupakan hasil kesimpulan" ( dari perencanaan matang yang sudah lama disiapkan ) .
Barrack Obama, menjadi Presiden bukan sebuah kebetulan, karena persiapan dan perencanaannya sudah jauh jauh hari disiapkan. Bertahun tahun, Obama dan timnya melakukan banyak perencanaan jauh ke depan.
Demikian pula untuk menjadi sukses , jangan berharap pada sebuah kebetulan . Sukses harus direncanakan dan di aplikasikan dalam bentuk kerja keras dan kerja cerdas. Pengalaman saya dan kisah kisah di atas menjadi pelajaran berharga bagi pribadi saya untuk selalu melakukan perencanaan, dan mudah mudahan pula tulisan saya ini, bisa menjadi pelajaran juga buat yang membacanya.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Timotius Hendra Haes
|
 |
Nggak Mau Rugi!
|
 |
Teladan Dan Kemerdekaan
|
 |
Hal Kecil Bermakna Besar
|
 |
Pentingnya Perencanaan !
|
 |
Kapan Sampainya
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Keyakinan Untuk Sukses
(Artikel Anda) -
Rabu, 11 Februari 2009
|
 |
Cepat Dan Akurat Adalah Pembiasaan
(Artikel Anda) -
Kamis, 12 Februari 2009
|
 |
Bertumbuh Dan Menjadi Unggul
(Artikel Anda) -
Senin, 16 Februari 2009
|
 |
Berterimakasih Kepada Yang Menyinggung
(Artikel Anda) -
Kamis, 19 Februari 2009
|
 |
Seandainya Kita Lahir Pada Usia 80 Tahun
(Artikel Anda) -
Jumat, 20 Februari 2009
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Five Days Food For The Heart (hari - 3)
(Artikel Anda) -
Kamis, 05 Februari 2009
|
 |
Malaikat Berhati Permata
(Artikel Anda) -
Sabtu, 31 Januari 2009
|
 |
The Leadership Of Barack Obama
(Artikel Anda) -
Jumat, 30 Januari 2009
|
 |
Rahasia Tetap Bersemangat Di Saat-saat Sulit
(Artikel Anda) -
Rabu, 28 Januari 2009
|
 |
Perencanaan Vs Implementasi
(Artikel Anda) -
Selasa, 27 Januari 2009
|
|
|