Pesan yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan "Messages" begitu penting dalam hidup manusia, bahkan seorang nabi juga disebut sebagai pembawa pesan Tuhan atau " Messenger of God".
Seiring dengan kemajuan teknologi, maka untuk mengirim dan menerima pesan dewasa ini, menjadi begitu mudah, namun kadang hal ini merepotkan juga, karena banyak pesan yang tidak penting atau pesan pesan "sampah" sering dikirimkan kepada kita via sms di telpon selular . Ada kalanya ketika terlalu banyak sms masuk yang tidak penting, maka bagi hp tertentu seperti milik saya, yang memorynya tidak tinggi, menyebabkan fully messages , ketika kita belum sempat menghapusnya .
Mengenai pesan ini, maka saya teringat sebuah cerita tentang "Memaknai Pesan Ayah " . Seorang ayah yang mewariskan toko toko kepada dua anaknya, selalu mengajari anaknya bagaimana prinsip menjalankan usaha dengan baik. Di usia tua sebelum meninggal, maka sang ayah memanggil kedua anaknya, yaitu si sulung dan si bungsu.
"Anak anakku, setelah aku tiada, aku berharap agar kalian bisa terus menjalankan usaha keluarga kita dengan baik, untuk itu saya telah mengamanatkan agar masing masing kalian memiliki sebuah toko , tetapi untuk berhasil ingat dua hal ini , pergi dan pulang berusaha jangan sampai wajahmu terkena sinar mentari, dan janganlah menagih pada orang yang berhutang padamu ".
Di kemudian hari, anak yang sulung berhasil menjalankan usaha dengan sukses, sementara adiknya mengalami kebangkrutan .
Ternyata , sang kakak memaknai pesan sang ayah secara tepat, sedangkan sang adik memaknai yang berbeda.
Bagi sang kakak, pergi dan pulang tidak terkena matahari adalah agar ia membuka dan menutup toko lebih dulu dan lebih kemudian dari toko lainnya . Maka sesuai dengan kendaraan waktu itu, ia mengayuh sepedanya pagi pagi benar dan pulang agak malam . Bagi sang adik, hal ini lebih berarti bahwa ia harus mengeluarkan biaya lebih untuk sedapatnya datang lebih pagi dan pulang lebih malam, maka ia yang tak mau capek, memilih menyewa becak secara bulanan ( sesuai kondisi saat itu ) , agar ia dapat datang lebih dini dan pulang lebih larut dan tentu saja akan lebih mahal tarifnya dibanding tarif normalnya.
Bagi sang kakak, tidak menagih hutang dimaksudkan agar ia tak menjual barangnya secara kredit atau dihutangi, sehingga ia tak pernah menagih hutang, karena memang tak ada orang yang berhutang. Sang adik memaknai bahwa untuk itu ia harus berjualan secara kredit atau dihutangi agar ia cepat mencapai omzet, alhasil jualannya banyak tapi uangnya banyak tak tertagih , karena ia memegang pesan ayahnya , agar tak usah menagih hutang. Sang adik akhirnya bangkrut dan harus menjadi pegawai kakaknya.
Sebuah pesan yang sama , dan diucapkan juga pada saat yang sama bisa dimaknai secara berbeda oleh si penerima pesan .
Bukankah Tuhan juga mengirimkan pesan yang sebenarnya bermaksud sama untuk semua umat manusia, yaitu agar hidup itu dipenuhi cinta kasih kepada Tuhan dan sesama, tetapi ketika melihat kenyataan bahwa banyak manusia yang menjadi korban kebrutalan manusia lain yang sesama umat Tuhan , yang kemudian dikatakan sebagai pembenaran bahwa pembunuhan itu seakan akan ini adalah pesan Tuhan juga?. Bukankah karena keserakahan manusia yang lupa akan pesan Tuhan, menyebabkan penderitaan juga bagi manusia, ketika alam dirusak demi memperkaya diri.
Saya mempelajari mengapa manusia sangat perlu memaknai "Pesan" , ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Jangan membiarkan "Pesan" dimaknai sebatas kata kata atau hurufiah saja. Karna Tuhan memberikan kepada kita nalar bukan hanya sebatas kata kata tetapi melingkupi juga intisari dan wawasannya. Sebagai illustrasi saya mencontohkan sbb:
Presiden pertama RI, Ir Soekarno pernah berkata ( berpesan ):" Perjuangan saya saat ini lebih mudah, karena saya melawan bangsa lain, perjuangan kalian akan lebih sukar, karena kalian akan melawan bangsa sendiri !". Kata yang diucapkan dengan lantang saat berpidato ini, tentu saja bukan dimaksudkan agar bangsa Indonesia terlibat perang saudara , karena melawan bangsa sendiri disini, adalah membenahi apa yang terjadi pada bangsa Indonesia sendiri , melawan kemiskinan, melawan kebodohan, menumpas kejahatan , memberantas korupsi yang ada di tubuh bangsa sendiri.
2. Ingat juga bahwa "Pesan" tidak saja dihasilkan dari kata kata, tetapi dari situasi dan peristiwa , dari kejadian alam . Bencana banjir atau longsor, merupakan pesan penting agar manusia tidak merusak alam . Krisis keuangan menciptakan pesan, bahwa alam telah diexploitasikan secara berlebihan diwaktu lalu , sehingga akhirnya pemerintahan di dunia ini harus menstop dulu semua upaya exploitasi lanjutan . Jika tidak ada krisis, maka exploitasi alam secara berhamburan akan semakin melaju dengan cepat. Adanya krisis membuat konsumsi minyak bumi khususnya untuk industri dan konsumsi kemewahan menjadi turun drastis dan akibat lain, rakyat jelata akan terbantu dengan harga minyak bumi yang lebih murah. Krisis keuangan juga membawa pesan agar manusia tidak lagi berlebihan , melainkan hidup secara hemat dan sederhana. Seorang filsuf Jepang, Toyohiko Kagawa berpesan :" Jika seorang ingin hidup bahagia ia harus hidup sederhana"
3. Pihak yang bisa mengolah " Pesan " secara benar, akan berhasil dibanding mereka yang tidak memaknai atau mengolah " Pesan " dengan semestinya . Singapore Airlines katanya menjadi maskapai penerbangan yang dikenal baik , karena mampu mengolah informasi atau " Pesan " dengan baik. Demikian pula contoh yang diberikan Barack Obama, ia berhasil mengalahkan saingannya secara telak, karena mampu mengolah "Pesan " dengan baik, terutama terkait dengan penyampaian via Internet.
Saya percaya bahwa Capres di Indonesia yang akan terpilih di tahun 2009, adalah orang yang mampu memaknai dan mengolah pesan dengan baik. Maka jika demikain, benarlah pendapat para ahli komunikasi , bahwa Ia yang menguasai informasi, yang bisa tampil menjadi pemenang .
Sudahkah kita memaknai " Pesan " secara benar ?.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Timotius Hendra Haes
|
 |
Berani Berkata Tidak
|
 |
U Turn In Life
|
 |
Keselarasan Ibadah Dan Profesi
|
 |
Menyikapi Pesan Dengan Benar !
|
 |
Mujizat Dalam Sukacita
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Akibat Berpikiran Sempit
(Artikel Anda) -
Sabtu, 13 Desember 2008
|
 |
Orang Yang Selalu Sukses
(Artikel Anda) -
Selasa, 16 Desember 2008
|
 |
Berinvestasi Pada Kesalahan Dan Kegagalan
(Artikel Anda) -
Kamis, 18 Desember 2008
|
 |
Kegagalan Dimulai Dari Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Jumat, 19 Desember 2008
|
 |
Merencanakan Keuangan, Merancang Masa Depan
(Artikel Anda) -
Sabtu, 20 Desember 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Kekuatan Pikiran
(Artikel Anda) -
Kamis, 04 Desember 2008
|
 |
Makin Terjepit Makin Melejit
(Artikel Anda) -
Rabu, 03 Desember 2008
|
 |
Keberanian Luar Biasa
(Artikel Anda) -
Selasa, 02 Desember 2008
|
 |
Lukisan Hidup
(Artikel Anda) -
Senin, 01 Desember 2008
|
 |
Quantum Positif
(Artikel Anda) -
Sabtu, 29 November 2008
|
|
|