Dalam perbincangan dengan salah satu teman baik saya, ada sesuatu perubahan yang terjadi pada percakapan antara saya dan dia. Ia merasakanada yang berbeda dengan saya setelah saya mengikuti berbagai pertemuan dan seminar yang saya datangi.
Menurut dia, bahwa saya belum sukses an belum ada bentuk secara material yang dapat ditunjukan kepada orang banyak. Dia beranggapan kalau saya sudah gila dengan mengikuti saran dan komentar dari pembicara-pembicara sukses lainnya. Dalam posisi ini, saya hanya mencoba mengamati jalan pikirannya, dan ada sesuatu yang saya dapat dari pengalaman ini.
Teman saya ini hanya siuk mencemooh orang-orang sukses. Dia bilang “ yaa… terang aja mereka bisa ngomong didepaorang banyak karena mereka sudah kaya dan sukses sekarang. Tetapi hal ini hanyalah proses pembenahan diri yang mengatakan bahwa itu pengalaman mereka, kan beda dengan saya. Inilah letak kesalahan fatal yang kita temui dalam mengejar kekayaan dan kesuksessan kita.
Orang yang mencemooh orang lain pasti tidak bisa kaya dan skses didalam hidupnya. Orang seperti ini tidak pernah belajar dari pengalaman skses orang lain. Ini merupakan hal yang sangat saya sayangkan. Biasanya orang sukses melewati pengalaman itu dengan waktu yang sangat panjang, dan jika kita bisa belajar dari pengalaman sukses mereka, maka semakin cepatah kesuksessan dan kekayaan yang akan kita terima atau perole. Jika ingin sukses dan kaya, kita jangan pernah mencemooh oang lain baik itu orang yang sudah sukses ataupun orang yang belu sukses. Karena kita juga harus beklajar dari orang gagal agar kita tidak menjadi gagal seperti mereka.
Dalam hal ini baik posisi kita sebagai pemimpin perusahaan karyawan, pelajar, buruh, pembantu, tukang parker, atau apapun pekerjaan kita, saya ingin membagikan pemikiran saya ini, kalau anda mencemooh orang lain tanpa belajar dari kelebihan dan kekurangan orang tersebut. Saya sangat yakin sekali kalau anda pasti tidak akan pernah kaya dan berhasil serta sukses dalam hidup ini. Sebab pencemooh tidak mendapatkan tempat didalam kursi kesuksessan. Hanya mereka yang tidak mencemooh dan mau belajar dari keberhasilan atau kegagalan orang lainlah yang dapat mencapai tangga kesuksessan.
Pencemooh hanya membenarkan dirinya dengan menilai jelek orang lain atau organisasi ataupun perusahaan lain, tanpa pernah belajar dari hal itu. Jika hal ini diteruskan secara terus-menerus, maka kegagalan dan kebodohan akan segera mendatangi anda ataupun perusahaan anda.
Proses persaingan adalah sebuah kompetisi didalam segala bidang, jika anda hanya bisa mencemooh orang lain ataupun perusahaan lain, mana mungkin keberhasilan dan kesuksessan akan menghampiri anda. Sedangkan malapetaka dan kegagalan akan dengan cepat menghampiri kehidupan anda.
Hidup adalah pilihan. Apakah anda memilih untuk mencemooh atau belajar sesuatu dari setiap orang yang sudah berhasil?.
Pilihan ada ditangan anda….
Mario Einstain (Be wise.Be Wisdom.God With You)
08159839928
Mario_einstain@yahoo.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mario Einstain
|
 |
3 Jurus Jitu Mengelola Keseimbangan Keuangan Anda
|
 |
Breakthrough Vs Conquest
|
 |
Pencemooh Tidak Pernah Belajar
|
 |
Pengusaha Pintar Vs Pengusaha Tidak Pintar
|
 |
Terobosan Financial
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pelajaran Berharga Yang Sederhana
(Artikel Anda) -
Kamis, 07 Juni 2007
|
 |
Indahnya Konflik
(Artikel Anda) -
Senin, 11 Juni 2007
|
 |
5 Menit Dapat Mengubah Hidup Anda
(Artikel Anda) -
Selasa, 12 Juni 2007
|
 |
Juara Dunia Sejati
(Artikel Anda) -
Kamis, 14 Juni 2007
|
 |
Apa Adanya
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Juni 2007
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Badai Pasti Berlalu (2): Finding The Real Love
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Juni 2007
|
 |
Ambil Madunya, Tebar Sarinya
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Mei 2007
|
 |
Semangat Membuat Apapun Menjadi Mungkin
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 Mei 2007
|
 |
Souvenir Cinta
(Artikel Anda) -
Kamis, 24 Mei 2007
|
 |
Badai Pasti Berlalu
(Artikel Anda) -
Rabu, 16 Mei 2007
|
|
|