Saya masih ingat cerita yang pernah dan sungguh sungguh terjadi ( sayangnya nama toko dan tokohnya saya lupa ) , tetapi intisari cerita ini memang bagi saya sangat melekat .
Seorang wanita sangat lusuh dan dari pakaian dan cara ia berjalan, memang mudah ditebak oleh banyak orang, bahwa ibu ini adalah seorang yang sangat miskin, Yang luar biasa dari ibu ini ialah bahwa ia berani masuk ke sebuah fashion boutique yang sangat terkenal, yang biasanya hanya dikunjungi kaum jet set saja . Tanpa keraguan sedikitpun, ia menghampiri baju baju mewah dan memegangnya . Ada seorang pelayan perempuan, yang juga sangat aneh, karena ia dengan ramahnya menghampiri ibu tadi , ya menghampiri dan melayani yang serupa tanpa perbedaan dengan kaum jet set atau artis artis cantik dan kaya yang biasa memesan dan membeli pakaian disitu .
Tidak cukup sampai disitu, rupanya Ibu ini juga tak canggung canggun meminta coba sebuah baju yang luar biasa mahal, dan kisah tadi masih juga berlanjut ( mungkin pikiran kita berkata: "selesailah cerita sampai disini karena pramuniaganya sudah tak sabar lagi, dan segera memanggil satpam untuk mengusirnya"). Ya cerita masih berlanjut dimana sang pramuniaga yang masih muda dan cantik dengan lugas mengambil pakaian dimaksud malah membawanya mengirini si ibu miskin ini ke kamar pas . Akhir cerita , sungguh mudah ditebak ( karena ini bukan cerita dongeng semacam Cinderella ). Ya betul, ibu itu memang tak membelinya dan ia hanya mencoba dan mengembalikan bajunya sambil mengucapkan terima kasih dan segera keluar dan menghilang.
Bagi banyak orang mungkin cerita ini dianggap akan membawa kelanjutan yang buruk, karena citra fashion boutique yang begitu mewah, ternodai oleh kedatangan ibu yang 'gelandangan " ( maaf sekali saya menggunakan istilah ini, hanya untuk mempertegas dan mengkontradiksikan ceritanya ) .
Tetapi rupanya kisah ini bukan tanpa saksi mata . Rupanya kejadian itu terrekam oleh seseorang dan memuat kisahnya menjadi headline di sebuah surat kabar besar .
Yang terjadi selanjutnya, fashion boutique ini menjadi sangat terkenal seantero negeri dan hanya perlu menunggu beberapa saat saja, butik ini sudah didatangi begitu banyak orang dan yang akhirnya meningkatkan omzet penjualan yang luar biasa fantastis.
Ketika saya pertama kali berkunjung ke Bangkok, Thailand, saya membayangkan bahwa orang orang disana, mungkin sekali kasar dan tidak sopan, karena bayangan saya Bangkok itu tempat "fighting" . Ayam aduan, cupang aduan, kick boxing sepertinya melekat dalam pikiran saya bahwa Bangkok adalah tempat yang sangat keras dan kasar . Namun dalam salah satu kesempatan berkunjung ke toko toko pakaian, ternyata pelayanan pramuniaga disana, baik yang laki laki maupun perempuan sangatlah ramah , meskipun tak jadi membeli, mereka tetap memberikan pelayanan yang sangat baik ( saya tak bemaksud membandingkan, tetapi pusat penjualan di beberapa negara Asia ternyata belum semua bisa seramah dan sesopan para pramuniaga di Bangkok / Thailand ).
Ada pepatah dari negeri Cina, yang selalu terngiang di telinga saya ketika menulis cerita ini, pepatah itu berkata bahwa " Rezeki datang dari mulut" ( tentunya bukan berarti mulut sebagai sarana makan ), tetapi yang dimaksudkan adalah bahwa perkataan atau buah bibir yang mengucapkan kata kata yang tepat seperti "Terima kasih ", " Selamat datang ", "Sampai jumpa " atau kalimat tanya " Ada yang bisa saya bantu ?" kepada semua pengunjung toko. Hal ini memungkinkan sebuah toko dapat meningkatkan omzet yang luar biasa ! ( tentu saja dengan asumsi bahwa barang yang dijual juga berkualitas baik ).
Saya tadi pagi baru mendengar cerita tentang layanan pramuniaga, konon kabarnya bagi para customer service penerbangan, termasuk pramugari / pramugara , maka sebuah senyuman kepada para penumpang tidak masuk dalam penilaian prestasi ( karena ini sudah merupakan kewajiban ) tetapi senyuman yang akhirnya dibalas oleh penumpang , inilah yang akan masuk dalam penilaian prestasi,
" Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya , seperti buah apel emas di pinggan perak ".
sebuah kalimat bijak yang pernah ditulis oleh seorang kaya raya yang bernama Salomo atau Sulaiman.
Tak perlu dijelaskan lagi artinya , karena saya pastikan anda semua sanggup memaknai nya.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Timotius Hendra Haes
|
 |
Pentingnya Perencanaan !
|
 |
Menyikapi Pesan Dengan Benar !
|
 |
Berilah Perhatian Kepada Lingkunganmu!
|
 |
Semua Tergantung Bagaimana Sikapmu
|
 |
Panci
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Sebuah Kisah Tentang Kehidupan
(Artikel Anda) -
Senin, 03 November 2008
|
 |
Kegagalan Dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran
(Artikel Anda) -
Selasa, 04 November 2008
|
 |
Lima Pembunuh Motivasi
(Artikel Anda) -
Rabu, 05 November 2008
|
 |
Apa Yang Tidak Mungkin Dicapai?
(Artikel Anda) -
Kamis, 06 November 2008
|
 |
Pony Menyebrang Sungai
(Artikel Anda) -
Jumat, 07 November 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Potensi Yang Besar Itu Adalah …. Diri Kita
(Artikel Anda) -
Jumat, 31 Oktober 2008
|
 |
Sukses Bukanlah Keajaiban
(Artikel Anda) -
Rabu, 29 Oktober 2008
|
 |
Beranilah Bermimpi
(Artikel Anda) -
Selasa, 28 Oktober 2008
|
 |
Fortune ( Kemujuran )
(Artikel Anda) -
Minggu, 26 Oktober 2008
|
 |
Senyum Di Balik Masalah
(Artikel Anda) -
Jumat, 24 Oktober 2008
|
|
|