Men
are soft and supple dead, they are stiff and hard. Plants are born
tender and pliant, dead, they are brittle and dry. Thus whoever is
stiff and inflexible is a disciple of death. Whoever is soft and
yielding is a disciple of life. The hard and stiff will be broken. The
soft and supple will prevail. (Manusia
itu lembut dan luwes, yang mati itu kaku dan keras. Tanaman dilahirkan
lunak dan lentur, yang mati itu rapuh dan kering. Maka siapapun yang
kaku dan tidak fleksibel adalah murid dari kematian. Siapapun yang
lunak dan mengalah adalah murid dari kehidupan. Yang keras dan kaku
akan hancur. Yang lembut dan luwes akan menang.)- Lao-tzu -
Dalam buku saya "Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan" disebutkan
bahwa fleksibilitas, kelenturan atau keluwesan merupakan salah satu
faktor yang menjadikan seseorang lebih beruntung dalam kehidupannya
dibandingkan dengan orang yang kaku dan terpaku. Yang lentur akan
menang, yang kaku akan kalah dan mati, seperti kata Lao-Tzu
berabad-abad yang lalu. Apalagi di zaman yang begitu cepat berubah ini,
kelenturan menjadi semakin penting agar kita bisa tetap bertahan dan
bertumbuh (survive and grow).
Lalu
apa sih fleksibel itu ? Secara sederhana, fleksibel berarti lentur,
luwes, bisa diganti-ganti, tidak kaku, mudah menyesuaikan diri. Tetapi
lentur bukan berarti plin plan atau tak punya pendirian, melainkan
lentur yang tegas atau dengan kata lain mudah menyesuaikan diri namun
tetap asertif dan berwibawa.
Menurut
pendapat saya, ada tiga dimensi fleksibilitas yang bisa terjadi. Yang
pertama, kita perlu tetap fleksibel terhadap keinginan, tujuan atau
sasaran yang telah kita canangkan. Tujuan atau sasaran yang telah kita
rencanakan bukanlah ‘harga mati' yang tidak boleh ditawar, walaupun
pada hakekatnya lebih baik kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup
ini dibandingkan dengan tidak memiliki tujuan sama sekali. Artinya goal setting atau well formed outcome harus tetap memperhatikan flexibility.
Fleksibilitas
yang kedua adalah kita perlu fleksibel dalam hal cara atau strategi
mencapai tujuan tertentu. Dengan kata lain, tujuannya tetap sama tetapi
caranya bisa kita ubah-ubah. Bila cara A tidak bisa berjalan
sebagaimana mestinya, maka cobalah cara B, begitu seterusnya.
Sedangkan
dimensi yang ketiga, kita perlu fleksibel dalam arti fisik kita,
penampilan kita atau keadaan fisiologis kita. Fleksibilitas secara
fisik berarti kita rileks, tidak tegang, tidak stress, kalem,
‘mengalir' dengan lentur, santai tapi serius atau yang sejenisnya.
Air
adalah contoh yang paling sempurna dari suatu kelenturan. Ketika ia
mengalir secara normal di sungai, ia mengalir dengan penuh kelenturan.
Ia tidak pernah memaksa batu karang agar minggir meninggalkan
tempatnya. Ia tetap membiarkan sebatang pohon tetap berdiri tegak
dengan akar-akarnya. Ia juga tak terlalu peduli dengan
penghalang-penghalang yang lain. Namun air tetap mengalir dan bisa
mencapai tujuannya. Ia berhasil melewati semua penghalangnya. Air begitu lentur. Ia bisa meresap ke dalam tanah, pori-pori kayu, lapisan kertas, udara dan masih banyak yang lain. Ia bisa sangat cair, lunak dan bisa juga keras seperi es batu.
Air bisa bening atau keruh. Ia
bisa menyatu dengan cairan yang lain tapi memisahkan diri dengan
minyak. Ia mudah menyesuaikan diri dengan wadah dimana ia berada. Ia
tidak melakukan perlawanan. Tapi jangan dikira ia lemah. Ia sanggup
menghanyutkan kayu atau membawa onggokan sampah ke hilir. Jika perlu,
ia bahkan bisa menghanyutkan rumah atau menenggelamkan sebuah pulau
sekalipun. Air juga sangat tekun. Dengan perlahan tapi pasti, tetesannya yang kecil akan mampu melubangi batu pualam yang keras.Air
adalah sumber keberuntungan. Ketika bertemu api, ia memadamkan dan
mendinginkan panasnya. Ketika bertemu angin, ia menyejukkan dan menahan
lajunya. Ketika bertemu tanah, ia menyuburkan dan membasahi yang
kerontang. Ketika bertemu makhluk hidup, ia menghidupkan dan
menyegarkan mereka.Umpama pasukan perang, air tidak mengalahkan, tapi juga tidak mengalah.
Mungkin mirip dengan falsafah Jawa "digdaya tanpo aji, nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasoraske" yang berarti "sakti tanpa ilmu kesaktian, datang tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan."Umpama pendekar kung fu, ia mirip jurus Tai Chi.
Keperkasaannya melawan musuh bukan ditentukan oleh otot-otot yang
tegang atau kekakuannya, melainkan oleh kelenturan gerakan tangan, kaki
dan seluruh tubuhnya. Ia menundukkan kekerasan dengan
kelembutan. Ia mengikuti dan menyesuaikan diri dengan gerakan lawan.
Sang pendekar bergerak dengan gemulai, seolah tak bertenaga, tapi
sangat dahsyat tenaganya. Ia mampu mengatasi kekuatan satu ton hanya
dengan beberapa ratus kilo tenaga saja.
Itulah kekuatan kelenturan yang
seimbang.Oleh
sebab itu, maka belajarlah dari kelenturan air. Lentur yang seimbang.
Lentur yang penuh ketegasan. Maka hidup Anda akan selalu dipenuhi
dengan kesuksesan dan keberuntungan.
Wish You Always Luck. (SA). *) Sucipto Ajisaka adalah seorang Trainer & Consultant, penulis buku laris "Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan". Blog : http://SuciptoAjisaka.com; e-mailsucipto.aji@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Sucipto Ajisaka
|
 |
Belajarlah Lentur Laksana Air
|
 |
Change Your Question, Change Your Life
|
 |
Dua Musuh Kesuksesan : Rasa Malas Dan Menunda
|
 |
Take And GiveAtaukahGive And Receive ?
|
 |
Antusiasme, Rahasia Keberhasilan Yang Jarang Dikenal
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Siap Cepat Dia Dapat
(Artikel Anda) -
Jumat, 05 September 2008
|
 |
Arti Sebuah Kegagalan
(Artikel Anda) -
Minggu, 07 September 2008
|
 |
Antara Puasa, Kepompong Dan Tujuan Hidup
(Artikel Anda) -
Senin, 08 September 2008
|
 |
Tujuh Hari Dalam Kebijaksanaan (hari Ketiga)
(Artikel Anda) -
Selasa, 09 September 2008
|
 |
C U K U P
(Artikel Anda) -
Rabu, 10 September 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
U Turn In Life
(Artikel Anda) -
Rabu, 03 September 2008
|
 |
Menuntut Gaji Lebih, Pantaskah ?
(Artikel Anda) -
Selasa, 02 September 2008
|
 |
Hadapilah
(Artikel Anda) -
Senin, 01 September 2008
|
 |
Breaking Your Habit
(Artikel Anda) -
Minggu, 31 Agustus 2008
|
 |
Is The Price Too High ?
(Artikel Anda) -
Sabtu, 30 Agustus 2008
|
|
|