Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambutdengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiapwaktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif,penuh energi, dan dinamis.
Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, danDinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM
Kreatif. Ia adalahsumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.
Energik. Sesuaihukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harusmengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupanini.
Dinamis. Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikandiri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.
Dengan ”Kreatif,Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru danbermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
Selasa, 12 Agustus 2008, Dibaca : 2128 kali | Dicetak : 208 kali | Cetak artikel ini
Salam mulia,
Bagaimana memperkuat hati di dalam? Ada trainer bertanya, "bagaimana mengelola kalbu?" Bagaimana menemukan cinta? Jawaban langsungnya ternyata dengan "silent" (adjective: berdiam diri) ungkap Mother Theresa yang telah mengerti banyak tentang makna hidup.. Hening, berdiam diri adalah jalan menuju ke doa. Doa jalan menuju kepada iman. Iman jalan menuju cinta. Cinta adalah jalan menuju pelayanan. Pelayanan jalan menuju kedamaian. Dan cinta adalah kekuatan hakiki nan abadi. Cinta itu kemudian melahirkan kebahagiaan hati, merasa damai. Berdiam diri bagi pemimpin adalah kekuatan. "Tengoklah kedalam" potongan syair Ebiet G. Ade tsb. cocok menggambarkan, ada kekayaan yang sudah lama kita tinggalkan. Dengan menengok kedalam, terang hati akan memancar dengan hebat, semakin keras dan semakin terang. Begitu "terangnya" terpancar, gairah cinta itu akan menjalar ke seluruh pikiran dan rasa. Begitu pikiran dan rasa tersentuh, seluruh tubuh tergerak. Ia akan menggerakkan moralitas dan karakter. Hanya berhenti sampai membicarakan tentang kejujuran di ruang meeting menjadi pilihan yang buruk. Menjadi jujur, itulah upah dari terang. Ketika terang hati menjelma menjadi sebuah kekayaan moral, orang di sekitar akan melihat terang itu, mereka dapat merasakannya. Mengapa? Mereka melihat ”walk the talk” berjalan di hidup anda. Anda kini telah melakukan apa yang sering anda bicarakan, yaitu kejujuran. Apa yang akan terjadi jika anda berubah? Inilah ekspresi-ekspresi awal dari orang terdekat anda, ”Tumben, jujur banget bos kita..? Gak salah nih bos..? Serius bos? Besok lagi ya bos..he..he..!” Terang itu begitu kasat mata. Pemimpin yang baik, akan nampak oleh anak-anak buahnya. Pemimpin yang jahat juga lebih kelihatan. Keheningan menyelamatkan kita.
Bukan moral & pikiran saja yang dibebaskan, tubuh juga dimerdekakan dari perbudakan kegelapan. Tubuh juga siap melakukan perubahan-perubahan. Tubuh akan kini ikhlas untuk menderita dan menerima ketidaknikmatan. Yang tersulit dari perubahan itu adalah mengajari tubuh. Ia maunya nikmat terus, senang terus, enak terus, kenyang terus. Gairah terang hati yang kini telah menjalari tubuh jasmani itulah, yang akan menutupi sensor-sensor kesenangan dan kenikmatan. Sensornya diganti. Sensor derita dan pengorbanan kini menguasai tubuh. Jika tubuh sudah dalam kendali sensor baru ini, kesakitan, kelaparan, deraan, pukulan bahkan pancungan kepala tidak akan ditakuti lagi oleh tubuh. Jika dalam bertinju, otak akan mengeluarkan sensasinya. Dengan keagungan Tuhan, sang otak yang mengendalikan tubuh kita, mengeluarkan hormon endorphin. Tubuh petinju tak akan terasa sakit di-uppercut oleh lawan, juga di berondong jab juga tahan. Tulang rusuk yang patah tak terasakan. Itulah sensasi sensor otak yang sudah diubahkan. Tubuh sudah dikendalikan oleh sensasi otak. Otak mengambil alih fungsi tubuh. Tubuh tinggallah hanya tulang, daging, kulit dan selulit. Tubuh merasakan derita tetapi tidak sedahsyat sebelumnya. Itulah mengapa Panglima Sudirman mampu bertahan gerilya keluar masuk hutan gelap dengan derita sakit paru-parunya yang gawat dan dahsyat ketika itu. Tubuhnya tidak lagi merasakan sakit. Masuklah kedalam, anda akan menemukan kekuatan hati. Kekuatan diri. Orang menyebutnya work with passion.
Mahatma Gandhi mampu bertahan dalam siksaan fisik berupa tendangan sepatu lancip sipir penjara serta sering puasa tanpa makan sepanjang hidupnya. Sampai akhirnya, ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, dirinya ditembak oleh warganya sendiri. Jika hari ini anda merasa tertekan & malu karena belum bisa naik mobil BMW ke kantor padahal anda seorang direktur, itu masih belum apa-apa dibandingkan derita tubuh sepanjang hidup Panglima Sudirman dan Mahatma Gandhi. Hanya jika terang hati menguasai tubuh dan rasa, maka segala derita menjadi seperti ke titik zero. Masih ingat orang pajak yang ke kantor naik motor, meski sesungguhnya ia bisa menerima suap sebuah BMW baru. Ingat kepala sekolah SMA yang menyapu sekolahnya setiap hari meski ia bisa memberi perintah saja kepada tukang sapu sekolah. Ingat seorang janda yang jualan pisang goreng keliling berjalan kaki hingga sakit asma berat hanya karena tanggung-jawabnya untuk menyekolahkan anaknya sampai lulus di UGM. Ingatkah perjuangan keras Andrie Wongso dari Malang, yang tidak pernah lulus SD, harus berjualan kue yang dibuat ibunya sendiri, selagi teman-temannya pergi ke sekolah.
Kahlil Gibran dan Jallaludin Rumi adalah tokoh-tokoh lainnya diluar sana yang berhasil menempatkan semua kejadian hidup sebagai berkah. Tidak ada masalah, apalagi musibah. Setiap hari adalah hadiah, miskin maupun kaya, sakit ataupun sehat, rugi ataupun untung, tua ataupun mati. Mereka menjalani hidup dengan berjalan diatas pikiran mereka. Pikiran tidak mendikte dan mencengkeram mereka. Ego lenyap. Yang ada hanyalah syukur karena segala sesuatu dalam hidup jadi hadiah. Jika hari ini hidup anda tidak dikuasai oleh keserakahan, maka kebesaran hati sudah menjadi milik anda. Penuturan Peter F. Drucker: “Kita hidup di era peluang yang tak terduga, kesempatan begitu banyak. Jika memiliki ambisi, cerdik dan jujur, anda akan dapat menaiki puncak profesi pilihan anda, tanpa memandang dari mana anda memulai. Tokoh besar lainnya seperti Napoleon, Da Vinci, Mozart, dan seniman besar lainnya, dapat kita teladani dalam mengelola diri sendiri yang diwujudkan dalam karya. [Classic Drucker, 2007]. Keberhasilan mengelola diri sendiri dan karya akan membawa semua pribadi berhasil, termasuk anda. Masuklah kedalam, anda akan menemukan kekuatan hati.
TIDAK ADA KATA GAGAL YANG ADA HANYA SUKSES ATAU BELAJAR, CARA PANDANG DALAM MELIHAT SESUATU ITU YANG AKAN MEMBAWA ANDA GAGAL ATAU BERHASIL. HANYA DENGAN SEMANGAT DAN KEYAKINAN PADA DIRI SENDIRI SERTA BANTUAN TUHAN + KACAMATA POSITIF DALAM MELIHAT SESUATU, KEBAHAGIAAN AKAN ANDA RASAKAN... "YOU ARE WHAT YOU THINK"
Mari kita membangun KEKAYAAN MENTAL melalui program Share & Be Happy, demi kehidupan yang lebih bernilai!
Melalui program ini, Andrie Wongso dan tim akan membagikan wisdom, inspirasi, dan motivasi dalam berbagai bentuk:
Audio
Slides Show yang diiringi musik dan suara langsung dari Andrie Wongso
Widget
Greeting Card
Wallpaper
Bookmark
Poster
Photo Frame
Kalender
Newsletter
dan masih banyak lagi! Semuanya menarik, bermanfaat, gratis, dan boleh dibagikan ke keluarga, teman, dan rekan-rekan Anda.
Untuk ikut program ini, daftarkan diri Anda sekarang juga sebagai anggota (member) website AndrieWongso.com. Caranya: isi formulir di bawah ini. Mudah kan?