Why do some people fail or not success ?Apabila
sukses adalah milik semua orang, lalu kenapa masih ada orang yang gagal
atau katakanlah apes walaupun sudah bekerja banting tulang, siang malam
mengejar impian. Manusia itu unik. Setiap orang memiliki tingkat
kesuksesan yang berbeda - beda, loh bukankah kesuksesan adalah hak
setiap orang ? Yes, you are right. Coba amati sendiri, tuliskan
alasan kenapa seseorang tidak sukses atau kenapa seseorang gagal. Kita
akan mendapatkan banyak alasan akan hal tersebut.
Believe it or not!Setiap
orang memiliki energi psikis yang berbeda - beda, sebagian orang
mengenalnya sebagai Hukum Karma, Anugerah Tuhan, etc. Mengenai
perbedaan terminologi tidaklah perlu diperdebatkan. Hal tersebut sesuai
dengan keyakinan dan kepercayaan masing - masing pihak. Lalu apakah
kesuksessan adalah takdir (dalam arti hal yang sudah ditetapkan/fix price), definitely NO. Kalau sudah menjadi fix price buat apa lagi seseorang susah - susah berusaha, toh kalo sudah tulang miskin ya miskin. Jadi apa yang menyebabkan orang sukses atau orang gagal. Kita masih mengenal perkataan "Fail to plan is plan to fail."
Pendapat saya, setiap orang adalah perancang kesuksesan dan
kegagalannya sendiri, setiap orang adalah arsitek kehidupannya sendiri.
Kehidupan itu sendiri mengandung arti saat dulu, saat sekarang, dan
saat mendatang, dimana ketiga fase itu saling mempengaruhi, saling
berhubungan dan bersifat universal tanpa pandang SARA, oleh sebab itu
kesuksesan adalah milik semua orang yang mau memperjuangkannya dengan
semangat penuh.Setiap
orang yang berusaha itu ibarat orang yang berlari sambil terikat atau
terantai dengan bola besi. Besarnya bola besi ini berbeda - beda untuk
setiap orang. Ukuran bola besi ini dipengaruhi oleh perbuatan setiap
orang. Kita harus menyetuji bahwa bukan Tuhan Yang Maha Esa lah yang
memasangkan bola besi ini. Hentikan semua sikap pengecut yang selalu
mencari kambing hitam dan mencari seribu satu macam alasan akan
penyebab kegagalan. Untuk dapat berlari sekencang angin mengejar
impian, perlahan - lahan ukuran bola besi ini harus kita kecilkan
seiring kita berlari. Semakin kecil bola besi tersebut, semakin ringan
langkah kita menuju impian. Intinya sebuah kejadian atau peristiwa
(kegagalan atau kesuksessan) dipengaruhi oleh tindakan (perbuatan) dan
mindset yang kita bentuk untuk melihat kejadian - kejadian yang terjadi
di sekeliling kita.
Ok, let's talk about the HOW factor on the next sub subject.Sebagaimana
yang telah saya sebutkan sebelumnya, kita adalah perancang atas
kesuksesan dan kegagalan itu sendiri. Mungkin kita bertanya - tanya
dalam hati, siapa sih yang mau gagal, siapa sih yang mau susah ? Ada
sesuatu yang mengunci diri kita, ada sesuatu yang membatasi kita, ada
sesuatu yang mengurung kita dari dalam, batas tersebut tidak dapat
diukur ketebalannya, batas itu lebih hebat dan kokoh dari dinding
dengan semen dan batu terbaik dibidangnya, batas itu saya sebut Penjahat Bayangan (Mental Block). Penjahat
mental inilah yang menghalangi kesuksesan kita, menghalangi proses
kebahagiaan kita, yang menjadi penyebab kegagalan kita. Para pembaca
budiman, apa yang saya maksud dengan Penjahat Mental yaitu:
1.Ignorance (Gelap bathin)Dalam
bahasa sehari - hari ignorance ini bisa di sinonimkan kegelapan bathin
bagaikan bulan gelap atau orang yang tidak mau belajar. Bathinnya gelap
bukan berarti ada sesuatu makhluk yang menutup bathinnya, namun memang
pola prilaku kita yang menyebabkan kita menjadi demikian, bukan
kesalahan siapa - siapa. Karena kurangnya pengetahuan atau tidak mau
tahu, kita bisa melakukan apa saja supaya kita merasa senang, bahagia,
sukses. Penjahat yang satu ini mengakibatkan kita memandang apa yang
baik sebagai tidak baik dan apa yang tidak baik sebagai hal yang baik.
Karena hadirnya penjahat ini dalam mental, kita bisa melakukan sesuatu
tindakan yang gegabah, tindakan yang akhirnya dapat merugikan diri kita
sendiri, dan ini berlaku di dunia bisnis, politik, sosial dan budaya.
Ibarat seekor lebah yang terbang menerjang kepulan api.
Penjahat mental
yang ini pula yang membuat kita menjadi tidak malu untuk melakukan
sesuatu yang amoral, suatu yang tidak diindahkan oleh adat, oleh agama,
oleh peraturan. Segala sesuatu sudah dianggap umum atau normal atau
sesuai dengan perkembangan zaman. Ironisnya karena penjahat mental yang
satu ini juga yang menyebabkan kita hidup dalam kegelisahan. Kita
mengkhwatirkan segala sesuatu yang belum pasti akan terjadi. Kita
sering mendengar yesterday is history, tomorrow is mystery. Sehingga
kita tidak focus dalam mengejar apa yang kita cita - citakan, tidak
focus dalam melakukan kegiatan, usaha - usaha kita sehari - hari, we forget the present. Silahkan baca di media massa atau amati kehidupan sehari - hari, apabila kita menyangkal adanya penjahat mental ini.
2.Greed (Keserakahan)
Greed merupakan
sesuatu yang berhubungan dengan kemauan atau keinginan kita yang tidak
mengenal etika. Bukan berarti kita tidak boleh memiliki keinginan (dreams),
sudah pasti kita harus mempunyai tujuan atau keinginan dalam hidup ini.
Namun apabilah kita sudah tidak memperdulikan kaidah - kaidah alam
dalam mengejar keinginan kita, maka kita sudah berada dibawah pengaruh
keserakahan. Para pembaca budiman, hati - hati dalam bermain api,
ukuran penjahat mental ini akan semakin besar apabila kita memberikan
tempat baginya untuk hadir dan menetap dalam diri dan hati kita.
Analogi dari mental ini yaitu ibarat seekor monyet yang terperangkap
lem perekat. Pemburu monyet biasanya menggunakan trik ini dalam
perburuannya. Pemburu akan melekatkan atau mengolesi batang - batang
pohon dengan perekat yang sangat kuat dan telah dicampur dengan pewarna
sehingga apabila sinar matahari jatuh pada perekat tersebut, akan
memancarkan warna warni yang menarik perhatian monyet. Seekor monyet
yang merasa penasaran dan tertarik akan datang dan memegang dahan
tersebut. Binggo, merekatlah satu tangan monyet tadi di dahan
yang sudah diolesi perekat oleh pemburu tadi. Berjuang melepaskan
tangannya, si monyet mendorong, mengguncang dahan dengan tangan
keduanya, begitu pula dengan kedua kakinya, maka lengkaplah sudah penderitaan
yang dialami si monyet tadi, kedua kaki dan tangan melekat pada dahan.
Si monyet mencoba lagi, berusaha melepaskan badannya dengan menggunakan
kepalanya untuk mendorong agar kaki dan tangannya lepas dari perekat.
Namun apa daya, kepala monyet tersebut juga ikut nempel di perekat.
Pemburu sudah gampang menangkap atau membunuh monyet tadi. Apabila
seluruh kekayaan yang ada di dunia ini tidak dapat memenuhi nafsu dari
keserakahan ini.Karena
bujukan mental ini pulahlah kita menjadi orang yang sombong atau arogan
dengan segala ke-aku-an dan aksesoris yang timbul dalam diri kita.
Kesombongan ini bisa menjadikan diri kita sebagai pribadi yang tidak
tahu berterima kasih dan tidak tahu bersyukur. Selalu menuntut hak dan
hak, namun kita tidak pernah, mungkin tidak menyadari, apakah kita
sudah melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang karyawan, sebagai
seorang pemimpin atau penguasa, sebagai orang tua, sebagai anak,
sehingga kita gagal menjadi pribadi yang mandiri dan mau berjuang untuk
keberhasilan. Rasa tidak tahu berterima kasih dan tidak tahu bersyukur
ini bisa timbul dalam bathin siapa saja, tidak perduli warna kulit,
apakah seseorang itu yellow complexion, apakah seseorang itu black
complexion, apakah seseorang itu white complexion.
Kesombongan atau arogansi bukanlah hal atau suatu nilai yang pantas untuk dibanggakan.Kenapa
kita tidak belajar dari padi, semakin berisi semakin tunduk. Kita
sepantasnya dan seharusnya bisa berpikir untuk bersikap rendah hati.
Apa yang saya maksud dengan rendah hati bukan berarti merendahkan diri
sehingga kita kehilangan kepercayaan diri untuk melakukan segala
sesuatu yang seharusnya bermanfaat bagi kita sendiri dan bagi orang
lain. Sikap rendah hati membuat kita tidak berhenti belajar sampai
akhir hayat dan setiap kesempatan kita selalu memberika rasa hormat
kepada orang tua atau siapun yang pantas kita hormati. Sedangkan sikap
merendahkan diri sendiri menjadikan kita untuk tidak percaya diri atau
malu untuk belajar sesuatu yang baru dan bermanfaat. Sikap malu yang
harus dikembangkan harusnya sikap malu untuk berbuat sesuatu yang dapat
merugikan diri sendiri dan orang lain atau sikap malu untuk melakukan
perbuatan yang memalukan. Sikap malu untuk berdagang, malu untuk
berbicara di depan umum bukan lah harga mati dan hanyalah efek dari
penyakit mental yang bisa kita atasi dengan kemauan kuat untuk belajar
dan keluar dari sikap malu yang tidak pada tempatnya tadi.
3. Aversion (Kebencian)Saya
tidak memberikan contoh atas akibat dari mental yang telah diserang
penjahat mental ini agar kita bisa melihat lebih netral dari segala
sisi dan dapat menyelam ke dalam diri sendiri. Kita dapat melihat dalam
kehidupan sosial dan budaya, ekonomi dan politik akibat - akibat yang
ditimbulkan oleh pikiran, perbuatan, dan komunikasi orang yang telah
tercemar oleh penjahat mental tersebut. Ketika
dalam diri kita timbul kebencian, kita bisa saja marah dan depresi,
kedua perasaan ini bisa mengakibatkan seseorang mengambil tindakan yang
sangat destruktif baik bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Kebencian ini adalah elemen yang paling merusak di dunia ini. Sifat
kebencian ini lebih berbahaya dari senjata nuklir, bom atom, atau
senjata tercanggih dan mematikan sekalipun di dunia ini. Kita sudah
melihat akibat - akibat yang di timbulkan.Kita
bisa menimbulkan rasa iri hati karena benci terhadap seseorang atau
sesuatu. Kita iri terhadap kesuksesan orang lain, kita merasa iri
terhadap kebahagiaan orang lain. Kita merasakan iri atas kekayaan orang
lain. Ketika melihat mobil baru tetangga, wah pikiran kita sudah
mengarah ke korupsi. Ketika melihat rekan sekantor beli computer atau
laptop baru, kita iri. Dari rasa iri ini saja kita bisa muncul rasa
sombong dalam diri.
Para pembaca yang saya hormati, penjahat mental ini
ibarat atom dalam diri, semakin kita membiarkannya tumbuh dan
berkembang dalam diri kita, semakin dasyatlah kekuatannya. Kekuatan
penjahat mental ini tidak hanya merugikan kita sendiri namun bisa
berakibat negative terhadap orang lain baik secara individu maupun
secara kolektif. Ketika orang lain atau teman - teman kita sibuk untuk
belajar, sibuk untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, kita sibuk
memperbesar penjahat mental ini, dengan kata lain kita sudah
merencanakan sebuah patron atau pola kegagalan kita sendiri. Kita boleh
percaya atau tidak, karena penjahat mental ini tidak perduli dengan
kepercayaan. Dia akan hadir dan berkembang apabila kita mengizinkannya
tanpa perduli kita percaya atau tidak percaya. Kita mengatakan seeing is believing,
namun penjahat mental ini tidak kelihatan namun efeknya seperti yang
saya katakan, dapat kita rasakan bersama. Penjahat mental ini tidak
dapat diditeksi oleh scanner tercanggih manapun, tidak dapat kita
perbeser dengan menggunakan mikroskop ciptaan terbaru sekalipun. Namun
kita dan siapa dan apa yang ada disekeliling kitalah yang akan
merasakan akibatnya.
Untuk menjadi seseorang yang Emotionally Intelligent,
kita harus bebas dari Penjahat Mental tersebut di atas. Dan ini
bukanlah pekerjaan segampang membalikkan telapak tangan, namun to reach the freedom kita harus mempraktekan Attitude yang outstanding dalam kehidupan sehari - hari dengan penuh keyakinan dan semangat, sehingga kita bisa melakukan continual improvement setiap harinya.
Salam sukses,
Johny
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Johny Sia
|
 |
Pathway To Success - Bagian 5
|
 |
Pathway To Success - Bagian 4
|
 |
Change !
|
 |
Pathway To Success - Bagian 3
|
 |
Pathway To Succes (part 1)
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Akui Kelemahanmu Dan Lakukan Sesuai Kemampuanmu!
(Artikel Anda) -
Rabu, 23 Juli 2008
|
 |
Semua Tergantung Bagaimana Sikapmu
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 Juli 2008
|
 |
Guru, Keluarlah Dari Zona Aman
(Artikel Anda) -
Sabtu, 26 Juli 2008
|
 |
The Secret Of Success Bag 2
(Artikel Anda) -
Minggu, 27 Juli 2008
|
 |
Bodoh Yang Relatif Bagian 1
(Artikel Anda) -
Senin, 28 Juli 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Wu Zi Leadership With Love
(Artikel Anda) -
Senin, 21 Juli 2008
|
 |
Antara Takut Gagal Dan Gagal
(Artikel Anda) -
Minggu, 20 Juli 2008
|
 |
Aku Ditawan Oleh Pikiranku
(Artikel Anda) -
Sabtu, 19 Juli 2008
|
 |
Jampe-jampene Apa Mas
(Artikel Anda) -
Kamis, 17 Juli 2008
|
 |
High Pain , High Gain
(Artikel Anda) -
Rabu, 16 Juli 2008
|
|
|