Baru dua hari berlangsung pertandingan penyisihan babak final piala Eropa 2008, namun banyak hal yang bisa kita jadikan bahan pelajaran hidup.
EURO 2008merupakan ajang bergengsi sepak bola dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Ada 16 kesebelasan asal Eropa yang terbagi dalam empat grup; A, B, C, dan D. Masyarakat di lima benua mengikuti dengan cermat setiap pertandingan ini, yang disiarkan langsung di seluruh dunia.
Jika boleh saya berpendapat,ada tiga hal pokok yang dapat kita pelajari dari EURO 2008 kali ini.
Ketigahal yang dapat kita ambil hikmahnya dari EURO 2008 kali ini adalah:
Pertama, harga tiket. Jauh sebelum pertandingan akan diadakan di Austria dan Swiss sebagai tuan rumah, tiket pertandingan sudah ditawarkan langsung kepada pecandu bola. Harga tiket resmi dijual melalui internet jauh-jauh hari, bahkan dua tahun sebelum pertandingan berlangsung. Maret 2007, loket penjualan melalui website resmi
www.euro2008.com ditutup. Tiket terjual sebanyak1,05 juta lembar sudah habis. Harga tiket resmi nilai sebesar 10 euro hingga 550 euro untuk tiket final. Namun dipasar gelap tiket harganya menjadi 5000 euro lebih satu tiket. Maknanya adalah, jika kita ingin melakukan sesuatu dan sesuatu hal itu sudah pasti maka sebaiknya janganlah menunda-menunda. Waktu adalah uang.
Kedua, fair play. Bermain dalam pertandingan yang sangat bergengsi, pasti semua orang ingin menang. Namun baru dua hari perjalanan pertandingan antar empat negara, sudah banyak kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit. Bahkan hukuman penalti diberikan untuk tim Austria yang pemainnya bermain kasar menjegal lawan. Dalam hidup sehari-hari kita harus bersikap fair play. Walau pun tidak ada wasit yang mengawasi Anda,bersikap jujur dan adil pada pesaing bisnis. Berkompetisi denganetika bisnis yang berlaku, sehingga Anda mau pun pesaing sama-sama puas dan tidak ada sakit hati.
ketiga, kerjasama tim yang kompak. Saya melihat di pertandingan antara Portugal dan Turki kemarin,kesebelasan Portugal di babak pertama kurang kompak. Sehingga walau pun para pemain Portugal berkualitas tinggi dan lebih berpengalaman, tetapi satu gol pun tidak dapat disarangkan kegawang lawan. Akibat diawal pertandingan tidak ada kerjasama yang kompak antara Nuno Gomes,Cristiano Ronaldo dan pemain lainnya. Setelah babak kedua barulah tampak tim Portugal cukup kompak sehingga Turki kebobolan 2-0. Maknanya, jika Anda ingin sukses harus punya tim yang kuat dan kompak. dalam satu rumah tangga harsu kompak antara suami, istri dan anak-anak atau anggota keluarga lain. dalam buatu perusahaan harus kompak seluruh SDM nya.
Megara, 8 Juni 2008
http://sumatra-bali-hartatinurwijaya.blogspot.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Hartati Nurwijaya
|
 |
Ilmu Besi
|
 |
Being Worthy
|
 |
Belajar Dari Euro 2008
|
 |
Kiat Menjadi Kaya
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Pathway To Succes (part 1)
(Artikel Anda) -
Sabtu, 14 Juni 2008
|
 |
Change We Can Believe In
(Artikel Anda) -
Minggu, 15 Juni 2008
|
 |
Menulis - Masih Perlukah Mengeluh?
(Artikel Anda) -
Rabu, 18 Juni 2008
|
 |
Lompatan Paus
(Artikel Anda) -
Kamis, 19 Juni 2008
|
 |
Pathway To Success (part 2)
(Artikel Anda) -
Jumat, 20 Juni 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Semua Mengalir Semua Berubah (kreatif Atau Mati)
(Artikel Anda) -
Kamis, 12 Juni 2008
|
 |
Mengajar Dengan Cinta
(Artikel Anda) -
Rabu, 11 Juni 2008
|
 |
Awal Dari Kebahagiaan
(Artikel Anda) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
Kemajuan Yang Mengasingkan Kita
(Artikel Anda) -
Minggu, 08 Juni 2008
|
 |
Jatuh Dalam Kesalahan Dan Bangkit Dengan Kebenaran
(Artikel Anda) -
Sabtu, 07 Juni 2008
|
|
|