Perhatikan di sekeliling kita begitu banyak orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan serabutan dan dengan kepanikan! Bisa dimaklumi apalagi dengan BBM yang naik melesat. Dan banyak bencana di beberapa kota. Juga orang-orang di sekitar kita begitu mudah untuk bereaksi dengan amarah dengan melakukan demonstrasi.
Nah, kita pun tidak luput dari membuat kesalahan. Apakah dengan kesalahan kita, maka kita menjadi mundur dan tidak mau berbuat sesuatu dalam hidup kita? Saya katakan, Jatuh dalam Kesalahan dan Bangkit dalam Kebenaran, sesuai dengan judul artikel ini. Maksudnya, hendaknya kita tidak perlu mudah putus asa atas kesalahan yang kita buat. Melainkan koreksi diri kita masing-masing dari kesalahan yang kita buat. Mungkin kita kurang seksama dalam mengambil keputusan atau kurang cermat melihat keadaan yang terjadi di sekeliling kita.
Setelah kita koreksi diri, mungkin dengan menarik diri dari publik, siapkan diri untuk maju dan bangkit kembali dengan persiapan yang matang.
Seperti dikatakan oleh
Stephen Covey dalam bukunya
8th Habit, kita bangkit dengan semangat untuk memberi pengaruh, bukan semangat untuk prihatin. Apa bedanya
semangat memberi pengaruh (Spirit Influence) dengan
semangat untuk prihatin (Spirit Concern)? Semangat memberi Pengaruh yaitu memperhatikan apa yang terjadi dan memberikan solusi sebagai jalan keluar dengan menyampaikan pendapat kepada masyarakat, pengaruhi cara berpikir masyarakat bahwa dalam segala hal ada jalan keluar yang positif. Dan ingatkan untuk mengendalikan diri kepada masyarakat. Tentu pada awalnya, mendapat penolakan, dan hanya sikap persisten untuk tercapainya tujuan, maka pengaruh positif yang kita berikan akan terima oleh masyarakat.
Berbeda dengan Semangat untuk Prihatin yaitu semangat untuk mengeluh, semangat untuk menyalahkan salah satu pihak dan sama sekali tidak memberikan solusi yang positif.
Daripada kita menghabiskan energi untuk berteriak-teriak, hal ini tidak ada gunanya. Sebaiknya kita memulai sesuatu yang berbeda dengan kebanyakan orang yaitu memuali dengan semangat untuk memberi pengaruh dengan menyampaikan pendapat kepada masyarakat. Penyampaian pendapat ini dapat dengan menyampaikan artikel dalam situs, atau menulis artikel dalam koran dan bahkan lebih baik lagi jika menerbitkan buku.
Netter yang budiman,
Sudah saatnya Indonesia bangkit dengan semangat baru dan berpengaruh secara positif dalam masyarakat.
- Hindari mengeluh dan mengomel!
- Kendalikan emosi.
- Sampaikan pendapat dengan santun dan dengan kata-kat yang positif
- Beri waktu kepada pendengar untuk berpikir
- Kembali untuk mengingatkan pendapat yang sudah disampaikan (sikap persisten)
Terima kasih saya ucapkan atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pendapat saya dalam situs ini, semoga tulisan saya berguna bagi para pembaca. Dan ingat "Success Is My Right!"
Salam Sukses untuk Netter Andriewongso.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Debbie Sianturi
|
 |
Mari "Lawan" Para Orangtua!!!
|
 |
Memberi Vs Menerima
|
 |
Unconditional Love - Apakah Itu?
|
 |
Pengusaha Berkualitas
|
 |
Catatan Di Penghujung Tahun 2008
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kemajuan Yang Mengasingkan Kita
(Artikel Anda) -
Minggu, 08 Juni 2008
|
 |
Awal Dari Kebahagiaan
(Artikel Anda) -
Selasa, 10 Juni 2008
|
 |
Mengajar Dengan Cinta
(Artikel Anda) -
Rabu, 11 Juni 2008
|
 |
Semua Mengalir Semua Berubah (kreatif Atau Mati)
(Artikel Anda) -
Kamis, 12 Juni 2008
|
 |
Belajar Dari Euro 2008
(Artikel Anda) -
Jumat, 13 Juni 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Change Your Question, Change Your Life
(Artikel Anda) -
Jumat, 06 Juni 2008
|
 |
Wealth Series
(Artikel Anda) -
Kamis, 05 Juni 2008
|
 |
Kerja Keras Sampai...
(Artikel Anda) -
Rabu, 04 Juni 2008
|
 |
Ilmu Besi
(Artikel Anda) -
Selasa, 03 Juni 2008
|
 |
Pengusaha Pintar Vs Pengusaha Tidak Pintar
(Artikel Anda) -
Senin, 02 Juni 2008
|
|
|