Maaf
jika telah membuat Anda tersentak dengan judul di atas. Pasti Anda
berfikir, bahwa pilihan kata yang saya pilih sangat kasar. Ya, memang
dengan kekasaran itu terkadang kita lebih sering tersadar.
Coba
Anda memperhatikan sekeliling Anda. Apakah Anda melihat teman, sahabat,
kerabat atau orang yang sangat dekat dengan Anda bersikap di luar
kebiasaan akhir - akhir ini (menurut penglihatan Anda) ? Mereka tiba -
tiba menjadi tertutup dan cenderung kehilangan konsentrasi. Setiap kali
Anda menanyakan perubahan mereka, selalu mereka mengalihkan pembicaraan
atau menjadi bete.
Atau bahkan Anda sedang mengalaminya sendiri ?
Anda
atau siapa pun pasti bisa menebak bahwa seseorang yang berperilaku
pendiam di luar kebiasaan, pastilah sedang menyimpan permasalahan yang
sedang dirahasiakan.
Beruntung
bagi mereka yang memiliki orang - orang penyayang yang setia
mendampingi dan menghibur di kala gundah, akan cepat keluar dari
penderitaan. Mereka akan cepat melepaskan rahasia yang menghimpit.
Sebaliknya, akan menjadi malapetaka bagi mereka yang sedang menanggung
beban rahasia, tetapi tidak memiliki penghibur atau tempat berkeluh
kesah yang terpercaya.
Kalimat
spontan yang selalu terpikir dan terucapkan, bila kita bertemu atau
berurusan dengan orang yang berperilaku seperti tersebut di atas,
adalah : "Ada apa sih, kenapa koq akhir - akhir ini kamu kelihatan
beda ? Kalau kamu ada masalah, bicara saja ke aku, barangkali aku bisa
bantu." Itu bila kita berhadapan dengan orang - orang baik yang
selalu berfikiran positif. Lain halnya jika sedang berhadapan dengan
pribadi temperamental, akan jadi lain masalahnya : "Kamu kenapa diam aja dan menghindar kalau ketemu aku. Memang aku salah apa sama kamu ?" Atau "Kamu tuh maunya apa sih, kalau ada masalah ngomong donk. Kamu kan punya mulut, jangan bikin aku kesel deh."
Inti
dari permasalahan ini sebenarnya adalah masalah komunikasi. Seseorang
yang mampu berkomunikasi baik dan efektif tidak akan tersikasa dengan
hal yang harus dirahasiakannya. Seseorang dengan pribadi tertutup akan
selalu menjadi korban rahasia yang disimpannya sendiri. Dan biasanya
orang dengan pribadi tertutup cenderung mengalami kesulitan
berkomunikasi, dan sulit mempercayai orang.
Meskipun
sikap tutup mulut atau menjaga rahasia itu terkadang baik jika dengan
tujuan untuk menyelamatkan reputasi seseorang yang kita ketahui bahwa
orang tersebut memang layak dan sepantasnya untuk diselamatkan, namun
lebih sering tindakan tutup mulut (menyimpan rahasia) menjadi bumerang
bagi mereka yang mengalami kesulitan berkomunikasi. Sesuai kodrat dasar
manusia yang suka menebak - nebak atau bergunjing J,
sangat mungkin "Si pendiam" akan semakin menjadi korban anggapan
"Jangan - jangan ...". Mereka akan menerima vonis "anggapan" yang semakin
membuatnya tertekan dan tidak percaya kepada siapa pun.
Pertanyaannya,
jika Anda berhadapan dengan "Si penyimpan rahasia", apa yang harus Anda
lakukan ? Jawabannya adalah buat mereka untuk membagikan rahasianya.
Syaratnya adalah Anda juga harus sangat yakin bahwa Anda adalah seorang
penadah keluh kesah yang setia dan sabar. Dan Anda juga harus sangat
yakin bahwa Anda adalah seorang yang sangat menghormati lidah Anda
sendiri.
Jika
kita sudah menyadari betapa berbahayanya menyimpan rahasia seorang
diri, dan mengunci rapat hati kita untuk percaya dengan orang lain,
maka akan menjadi sangat baik seandainya kita mulai membuka diri untuk
membagikan kasih sayang dan mengundang datangnya kasih sayang ke dalam
hidup kita. Mulailah untuk selalu merangkai kata dengan teratur dan
santun, sehingga orang menjadi nyaman saat bersama kita, dan sebaliknya
akan menjadikan orang percaya dan tulus kepada kita.
Jadi, jangan pernah membiarkan sebuah rahasia berdiam lama di dalam diri Anda dan menjadi akut. Anda sudah tahu mengapa.
---
Note : Mohon Anda bedakan antara "Menjaga Rahasia" dan "Menyimpan Rahasia". Menjaga rahasia lebih dianjurkan karena mengarah kepada kebaikan melindungi suatu kebaikan tetap diketahui baik. Sedangkan menyimpan rahasia adalah mempertahankan sesuatu yang harus diketahui orang lain untuk kebaikan, tetap menjadi rahasia yang menyiksa.
Salam Gemilang,
Benedict Agung Widyatmoko
Penulis berlatar belakang pendidikan manajemen perusahaan, yang sangat concerns
dengan pembelajaran kepribadian menyangkut pengembangan diri dan
motivasi. Saat ini Penulis bekerja sebagai Document Controller dan
Auditor Mutu, di sebuah perusahaan spring bed. Tulisan - tulisan
inspirasional dan motivasional lainnya dari Penulis, dapat diperoleh
dengan berkunjung ke blog : http://benedikawidyatmoko.wordpress.com atau http://benagewe.blogdetik.com. Saran dan masukan dapat dikirimkan melalui email : agung_widyatmoko@windowslive.com atau benedict.aw@gmail.com.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Benedict Agung Widyatmoko
|
 |
Siap Cepat Dia Dapat
|
 |
Burung Dan Kipas
|
 |
Inspirator Itu Seorang Anak Kecil
|
 |
Bermesra Dengan Tanggal Tua
|
 |
Bila Kemarahan Menyapa Undanglah Keramahan
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Kekerasan Di Sekitar Kita...
(Artikel Anda) -
Jumat, 30 Mei 2008
|
 |
Sekolah Kehidupan
(Artikel Anda) -
Sabtu, 31 Mei 2008
|
 |
Pengusaha Pintar Vs Pengusaha Tidak Pintar
(Artikel Anda) -
Senin, 02 Juni 2008
|
 |
Ilmu Besi
(Artikel Anda) -
Selasa, 03 Juni 2008
|
 |
Kerja Keras Sampai...
(Artikel Anda) -
Rabu, 04 Juni 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Ulat Dan Dedaunan
(Artikel Anda) -
Rabu, 28 Mei 2008
|
 |
The Cheapest (and The Best!) Investment We Can Make
(Artikel Anda) -
Selasa, 27 Mei 2008
|
 |
Membangun Hidup Yang Lebih Baik Di Awali Dari Sikap
(Artikel Anda) -
Senin, 26 Mei 2008
|
 |
Putaran Roda Pedati
(Artikel Anda) -
Senin, 26 Mei 2008
|
 |
Berapa Harga Secangkir Teh?
(Artikel Anda) -
Sabtu, 24 Mei 2008
|
|
|