Kita semua pasti pernah mengalami rasa malas sehingga tidak
melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini merupakan kondisi emosi
umum yang menghambat seseorang untuk bertindak. Ketika Anda malas, Anda
sebenarnya tahu bahwa Anda harus mengerjakannya, tetapi Anda tidak
mengerjakannya juga.
Sebagai contoh, Anda tahu bahwa berolahraga secara teratur itu
penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Anda juga
bisa melakukannya tanpa kesulitan, apakah dengan lari pagi (jogging), berenang, bermain bulu tangkis, bermain bola tenis, ikut fitness dan sebagainya. Tapi Anda toh tidak melakukannya juga. Mengapa ? Alasan yang paling umum adalah karena Anda malas melakukannnya.
Mengapa bisa malas ? Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi Anda malas
karena kurangnya motivasi, tidak merasa perlu, tidak merasa harus atau
merasa kurang bermanfaat. Bisa juga karena Anda sudah bosan, jemu, lagi
stress, sedang marah atau sedang tidak mood. Atau barangkali juga disebabkan oleh fisik kita yang sedang lelah, lemah, loyo atau kurang stamina. Semuanya bisa membuat kita malas.
Rasa malas memiliki 'saudara' yang disebut 'menunda'. Tidak jelas
siapa yang 'lebih tua', yang pasti keduanya sangat berkaitan. Bisa jadi
Anda menunda suatu pekerjaan karena malas. Tetapi bisa juga Anda merasa
malas karena telah menunda (merasa terlambat atau kehilangan momentum).
Orang yang suka menunda biasanya selalu punya jawaban atau alasan
penundaannya misalnya : "Saya akan melakukannya besok", "Nanti saja",
"Lain kali saja ya", "Saya sibuk sekali hari ini" atau "Nanti kalau
saya punya cukup waktu" dan sebagainya. Padahal yang seharusnya adalah "Lakukan saja sekarang", "Just Do It" atau Act TNT (today not tomorrow).
Frank J. Bruno dalam bukunya "Stop Procrastinating" membagi penundaan menjadi lima macam.
Yang pertama adalah penundaan fungsional, yaitu menunda karena
sebab-sebab yang bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya adalah Anda
menunda karena adanya skala prioritas sehingga Anda perlu mendahulukan
pekerjaan yang lebih penting dan mendesak. Mungkin juga Anda menunda
karena benar-benar sedang sakit atau kelelahan, belum memiliki
informasi yang cukup dan sebagainya. Penundaan semacam ini bisa
diterima, karena kalau kita memaksa untuk melakukannya sekarang,
mungkin hasilnya akan kurang baik.
Yang kedua adalah penundaan disfungsional, yaitu penundaan tanpa
alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena malas, kurang mood dan lain-lain. Jenis penundaan ini sangat merugikan karena bisa menyebabkan kita kehilangan peluang atau kesempatan.
Jenis yang ketiga adalah penundaan jangka pendek, misalnya Anda punya target waktu satu hari tapi tidak segera memulainya sehingga pekerjaan menjadi molor atau tertunda. Yang dimaksud jangka pendek bisa selama beberapa jam atau beberapa hari tergantung target
harinya. Misalnya Anda mempunyai jadwal pertemuan dengan seseorang dan
harus berangkat jam 7 malam, tetapi sampai jam 6.45 Anda masih belum
bersiap-siap.
Berikutnya adalah penundaan jangka panjang, misalnya Anda ingin
berwisata ke Bali, ingin punya bisnis sendiri, ingin menyekolahkan anak
Anda ke luar negeri, ingin menulis buku dan sebagainya. Anda punya
keinginan di masa yang akan datang atau suatu rencana penting yang
tidak mendesak, namun Anda tak pernah melakukan langkah awal yang
diperlukan.
Jenis penundaan yang terakhir adalah penundaan kronis
atau bisa juga disebut penundaan disfungsional kronis. Ini adalah sikap
menunda-nunda yang sudah menjadi kebiasaan sehingga susah dihentikan dan sangat merugikan Anda sendiri. Ia
bagaikan pencuri, karena telah mencuri waktu Anda dan merampok kepuasan
yang mestinya Anda bisa peroleh. Inilah jenis penundaan yang paling
berbahaya.
Termasuk jenis yang manakah Anda ? Mudah-mudahan penundaan yang Anda lakukan hanyalah penundaan fungsional. Amit-amit jika Anda merupakan tipe seorang penunda disfungsional, apalagi yang kronis.(SA).
*) Sucipto Ajisaka, Penulis Buku "Becoming a Magnet of Luck : 10 Faktor Yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan".
http://SuciptoAjisaka.com; e-mail :
sucipto.aji@gmail.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Sucipto Ajisaka
|
 |
Syukur Dan Keberuntungan
|
 |
Change Your Question, Change Your Life
|
 |
Take And GiveAtaukahGive And Receive ?
|
 |
Belajarlah Lentur Laksana Air
|
 |
Dua Musuh Kesuksesan : Rasa Malas Dan Menunda
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Lompati Tiga Batu Ujian Dalam Hidupmu
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 April 2008
|
 |
Ketakutan Vs Keyakinan
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 April 2008
|
 |
Lepaskanlah
(Artikel Anda) -
Rabu, 23 April 2008
|
 |
Get Success With Marriage
(Artikel Anda) -
Kamis, 24 April 2008
|
 |
Comfort Zone ?Why Not !
(Artikel Anda) -
Jumat, 25 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
8 Langkah Ajaib Menuju Ke Langit
(Artikel Anda) -
Jumat, 18 April 2008
|
 |
Nikmatnya Penderitaan
(Artikel Anda) -
Kamis, 17 April 2008
|
 |
Burung Dan Kipas
(Artikel Anda) -
Rabu, 16 April 2008
|
 |
Being Worthy
(Artikel Anda) -
Selasa, 15 April 2008
|
 |
The Power Of Now
(Artikel Anda) -
Senin, 14 April 2008
|
|
|