Salam untuk Anda Semua, Anda sudah pernah melihat burung ?Anda juga pernah melihat kipas ? Terimakasih Anda sudah menjawab. --- Pernah
kita menyaksikan di televisi, bagaimana warga masyarakat dan petugas
atau aparat berusaha keras membujuk seseorang yang akan melakukan bunuh
diri. Dan di koran, Anda juga mendapati berita tentang orang yang
melakukan tindakan bunuh diri.Banyak
motif mengapa orang melakukan tindakan nekad bunuh diri, satu di
antaranya adalah stress atau deperesi akibat merasa terkucil, terasing
dan merasa tidak diperhatikan. Dalam
keseharian kita sering menjumpai saudara kita, kerabat dan teman -
teman kita mengeluhkan bagaimana mereka diperlakukan oleh lingkungan
yang menurut mereka telah mengabaikan keberadaan mereka.
Seorang anak
merasa tidak diperhatikan orang tuanya, seorang suami atau isteri
merasa tidak diperhatikan oleh pasangannya, seorang karyawan merasa
tidak diperhatikan oleh atasannya. Kebanyakan
dari mereka, lebih memilih memendam dan menganggap apa yang mereka
alami sebagai nasib yang harus mereka terima, sehingga tidak ada
tindakan nyata yang mereka ambil untuk keluar dari tekanan yang mereka
keluhkan.
Mereka senantiasa mengeluhkan hal yang sama dari waktu ke
waktu. Lama - kelamaan menjadi akut, sehingga mereka yang mengalami
"tekanan" cenderung mengabaikan kemungkinan - kemungkinan baik yang
disarankan baginya. "Ya, dia sih enak. Punya keluarga yang memperhatikan, punya pangkat bagus dan keluarga yang setia." Tapi di lain waktu, "Ya,
itu salah dia sendiri. Dia kan memang urakan dan tidak tahu diri,
makanya keluarganya mengacuhkan dia. Dan dia juga dipecat dari
pekerjaannya. Ya nasib dia lah itu." Lha terus, sebenarnya maunya itu seperti apa ? Begini dikomentari sinis, begitu dikomentari negatif. Pliiissss deh !
Anda
tahu mengapa orang - orang menjadi begitu menonjol di dalam
kelompoknya, dan mengapa pula orang menjadi semakin tenggelam dan
tertekan di dalam kelompoknya. Orang
yang menonjol, mereka mempergunakan falsafah burung. Burung itu bisa
menetas di mana saja, dan juga bertumbuh di mana saja. Sejak "bayi",
burung sudah terbiasa dengan dinginnya air hujan karena sarang mereka
di pohon. Demikian pun mereka telah terbiasa dengan hembusan angin
kencang. Toh tidak ada angin sebesar apa pun yang sanggup
menerbangkannya karena hembusannya yang dahsyat. Mereka juga mampu
mengusik ketenangan orang dengan kicauannya, hingga orang mau
mengeluarkan banyak investasi untuk membeli dan merawatnya. Orang
yang tenggelam di antara kelompoknya, adalah orang yang memilih seperti
kipas. Dia akan tetap diam di tempat bersama masalahnya. Kipas akan
tetap di tempatnya dan berdebu, kecuali pemiliknya atau ada orang lain
yang mengambil dan mempergunakannya.
Burung
menyanyikan kicauannya yang indah setiap saat dia mau, hingga orang
yang mendengarnya bisa mengalami kenyamanan yang nikmat. Sementara
orang mengambil kipas karena kepepet oleh panasnya hawa. Sehingga,
orang stress dan yang nekad memutuskan ingin bunuh diri itu sama dengan
kipas. Dia sebenarnya bagus, namun karena tidak pernah bertindak dan
selalu menunggu orang lain mengambilnya lebih dulu, akhirnya
keindahannya kusam tersaput debu dan rusak oleh waktu. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda "burung" atau "kipas" ?
Salam Gemilang, Benedict Agung Widyatmoko
agung_widyatmoko@windowslive.com
http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Benedict Agung Widyatmoko
|
 |
Jadilah Seperti Ikan Di Air Bening Yang Tenang
|
 |
Aku Ditawan Oleh Pikiranku
|
 |
Airmu Mengalir Sampai Jauh
|
 |
Bermesra Dengan Tanggal Tua
|
 |
Menggambar Cita - Cita
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Nikmatnya Penderitaan
(Artikel Anda) -
Kamis, 17 April 2008
|
 |
8 Langkah Ajaib Menuju Ke Langit
(Artikel Anda) -
Jumat, 18 April 2008
|
 |
Dua Musuh Kesuksesan : Rasa Malas Dan Menunda
(Artikel Anda) -
Sabtu, 19 April 2008
|
 |
Lompati Tiga Batu Ujian Dalam Hidupmu
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 April 2008
|
 |
Ketakutan Vs Keyakinan
(Artikel Anda) -
Selasa, 22 April 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Being Worthy
(Artikel Anda) -
Selasa, 15 April 2008
|
 |
The Power Of Now
(Artikel Anda) -
Senin, 14 April 2008
|
 |
Mengukur Talenta Kita Dalam Berkomunikasi
(Artikel Anda) -
Minggu, 13 April 2008
|
 |
Perumpamaan Tentang Orang-orang Rakus
(Artikel Anda) -
Sabtu, 12 April 2008
|
 |
Tutup Mata & Telinga Untuk Mencapai Goal
(Artikel Anda) -
Jumat, 11 April 2008
|
|
|