Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. -Kitab Kehidupan-
Satu
saat saya berkesempatan untuk berkenalan dengan drummer international
asal USA, Lenny Castro, tepatnya di acara festival musik jazz terbesar
di dunia yang diadakan di Indonesia.Saya sungguh senang
sekali berada disamping dia. Untuk ukuran artis kaliber internasional
yang ternama, karakter dan sikapnya sangat humble dan patut dicontoh
terlebih oleh para artis lainnya.Bahkan saya lebih senang lagi, ketikadiamau menjaditeman dan guru terbaik saya.
Kami
berdua berbicara panjang lebar tentang karier dan kelurga kita
masing-masing. Dia sempat menunjukkan beberapa foto keluarganya beserta
istri dan anak-anaknya. Waw......sungguh keluarga yang sangat harmonis
dimata saya. Tak mau kalah, saya langsung menunjukan foto ayah dan ibu
serta kakak serta adik saya.
Sahabat saya ini langsung terheran-heran. Menurut dia,tidak
semua orang membawa foto ayah dan ibunya didalam dompet. Biasanya
orang-orang lebih suka membawa foto artis terkenal didalam sakunya.
Setelah melihat foto ayah dan ibu saya, teman saya ini langsung
bertanya,"Kenapa foto ayahmu tidak tersenyum?" Mmm... saya berpikir
sejenak. Benar juga ya apa yang dikatakannya. Tetapi, maklumlah. Ayah
saya memang jarang sekali mau di foto dan itu adalah foto pertama kali
dia berpose dengan seluruh keluarga. Kalaupun difoto, ayah saya jarang
tersenyum pura-pura. Dia lebih suka apa adanya.
Ayah
saya juga jarang berbicara banyak tentang perasaannya kepada
anak-anaknya. Mungkin inilah salah satu sikap sebagai ayah yang tidak
mau anak-anaknya susah dan pusing memikirkan pekerjaan dan masalahnya.
Memang berat sih sebagai kepala keluarga yang hanya
berpenghasilan dari pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil biasa.
Tetapi pengabdiannya kepada pekerjaan dan keluarganya sangat besar.
Ayah...tersenyumlah.
Itulah harapan yang saya impikan bersama keluarga ketika berfoto. Susah
sekali senyumnya saat difoto. Tapi itulah ayah saya yang sangat peduli
dan sangat perhatian kepada anak-anaknya.
Senyum mungkin terasa
simple
dan sepele. Tetapi hanya dengan menarik 1 milimeter pipi kita, dapat
merubah seluruh hidup kita dan orang lain dapat merasakan juga
energinya.
Begitu pula
dengan keberadaan kita di masyarakat. Hati kita boleh sekeras baja
tetapi muka kita harus senyum dan ramah kepada orang banyak. Karena
senyuman dapat memberikan kesan yang baik saat anda bertemu dengan
orang lain dan orang yang bertemu dengan anda juga akan merasa diterima
dan dihormati.
Mungkin
masalah yang anda hadapi saat kini sangat banyak dan berat, tetapi
hanya dengan satu senyuman dapat memberikan arti yang berbeda kedalam
hidup anda.
Inilah kunci
kekayaan dan kesuksesan sejati yang harus kita praktekkan dalam
kehidupan kita setiap hari. Seperti halnya dalam pekerjaan dan potensi
kita. Hanya orang yang bersikap ramah dan murah senyumlah yang dapat
diterima oleh orang lain.
Dalam
dunia bisnis, mana partner yang akan anda ajak kerjasama? Yang murah
senyum dan ramah kepada anda atau yang cemberut dan sombong? Atau
sebagai karyawan, mana yang akan cepat dipromosi. Yang semangat dan
murah senyum kepada setiap orang atau yang tiap hari kerjanya cemberut
saja? Mana yang akan anda pilih? Anda dan saya sudah pasti akan memilih
yang bersemangat dan murah senyum kepada setiap orang.
Begitu pula dalam perusahaan besar, perusahaan yang memiliki keramahan dan kedekatan dengan
customerlah yang akan dicari-cari oleh orang banyak.
Senyuman
mungkin hanya hal sepele, tetapi hal sepele ini dapat memberikan arti
yang besar atas kesuksesan dan kekayaan sejati yang anda peroleh di
dalam kehidupan keluarga maupun perusahaan anda.
Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang memiliki canda tawa di dalamnya,dan
setiap anggota keluarga sepantasnya tersenyum bangga memiliki keluarga
seperti keluarga anda saat ini. Sekarang, coba anda tanyakan kepada
diri anda, apakah mereka bangga atau malu memiliki ayah, ibu atau anak
seperti anda?
Sama halnya dengan perusahaan atau bisnis anda, hanya perusahaanyang
memiliki karyawan yang ramah dan murah senyum yang dapat meningkatkan
kinerja perusahaan tersebut. Dan suasana bekerja menjadi lebih baik
jika ada senyuman dan canda tawa di lingkungan kerja.
Milikilah
senyum sejati di dalam hidup anda. Kekayaan dan kesuksesan sejati akan
menghampiri kehidupan anda, jika anda bisa tersenyum dalam menghadapi
masalah dan persoalan hidup.
Bagaimana dengan anda?
Salam ManTab (Manusia Tanpa Batas)
Mario Einstain
Mario
Einstain adalah anak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) biasa yang
tidak menyerah dengan keadaan ekonomi keluarga yang sulit. Ia
senang berbagi ide dan pemikiran kepada orang banyak. Selain itu ia
gemar mempelajari sifat dan karakter manusia untuk mencapai kesuksesan
sejati. Saat ini, ia sedang mempelajari perencanan keuangan, asuransi,
dan investasi. Mario adalah alumnus Sekolah Penulis Pembelajar (SPP)
yang didirikan oleh Manusia Pembelajar Andrias Harefa dan Edy Zaqeus.
Mario ingin menjadi seorang motivator muda, sekaligus sedang
menyelesaikan penulisan buku perdananya dan beberapa tulisannya sudah
dimuat di www.pembelajar .com. Ia dapat dihubungi di nomor hp:
08159839928 atau email: mario_einstain@yahoo.com dan blog http://www.marioeinstain.wordpress.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Mario Einstain
|
 |
Terobosan Financial
|
 |
Breakthrough Vs Conquest
|
 |
Pencemooh Tidak Pernah Belajar
|
 |
3 Jurus Jitu Mengelola Keseimbangan Keuangan Anda
|
 |
Ayah...tersenyumlah
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Milikilah Pelita Anda Sendiri
(Artikel Anda) -
Selasa, 11 Maret 2008
|
 |
Tukang Roti Kelaparan
(Artikel Anda) -
Kamis, 13 Maret 2008
|
 |
Never Give In Attitude
(Artikel Anda) -
Jumat, 14 Maret 2008
|
 |
Harga Sebuah Kesuksesan
(Artikel Anda) -
Sabtu, 15 Maret 2008
|
 |
Memandangi Lubang
(Artikel Anda) -
Minggu, 16 Maret 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Suara Hati
(Artikel Anda) -
Sabtu, 08 Maret 2008
|
 |
Antara Aku, Kaca Cermin Dan Kekasih Hati
(Artikel Anda) -
Jumat, 07 Maret 2008
|
 |
Destiny Is Destination
(Artikel Anda) -
Kamis, 06 Maret 2008
|
 |
Sukses
(Artikel Anda) -
Rabu, 05 Maret 2008
|
 |
Pengemis Dan Nasi Bungkus
(Artikel Anda) -
Selasa, 04 Maret 2008
|
|
|