"Few things help an individual more than to place responsibility upon him and to let him know that you trust him."
Booker T. Washington
"Those who trust us, educate us."
George Eliot
Apakah
Anda masih ingat pada sebuah iklan yang menggambarkan seorang bos
berkumis tebal terpampang dibeberapa spot papan iklan beberapa watu
lalu?. Pada gambar iklan tersebut dapat dilihat dengan
jelas, seorang bos berumur setengah baya, berkumis tebal dan rambut
yang sedikit botak, sedang memegang kayu wayang. Dan, wayang tersebut
digambarkan seorang yang masih muda. Yang mengikuti gerakan arahan dari
sang "dalang".
Ya, gambar iklan tersebut menceritakan seorang atasan
yang sedang memainkan "wayang" goleknya yang masih muda, yaitu
bawahannya sendiri. Yang muda yang paling tidak dipercaya, begitu bunyi
tagline-nya.Begitu
banyak cerita tentang generasi muda yang belum atau bahkan tidak
mendapat kepercayaan dari para pimpinannya sama sekali. Dari 15 orang
yang saya telah survey sebelumnya, 10 dari mereka mengeluhkan tidak
pernah dipercaya untuk mengerjakan sebuah pekerjaan sendiri. Mengapa
demikian?
Mungkin anggapan bahwa yang muda itu belum matang, atau, yang
muda itu tidak pintar, belum dapat mengambil keputusan dengan benar,
belum bijaksana dalam menangani suatu permasalahan apalagi
menyelesaikannya. Tapi, apakah benar demikian? Bagaimana menurut Anda? Hal
yang menyangkut masalah "ketidakpercayaan" ini tidak hanya terjadi
dalam tangkup pemerintahan saja, namun, juga terjadi dalam dunia kerja.
Ketidakpercayaan yang terangkum dalam rasa "ketakutan" dari para atasan
di tempat kerja.
Ketakutan pekerjaan yang didelegasikan tidak
dijalankan dengan baik, ketakutan bawahannya yang tidak cakap,
ketakutan akan nama baik yang tercoreng akibat ketidakbecusan bawahan
bekerja, dan masih banyak lagi.Lalu,
bagaimana dengan ketakutan tersaingi bawahannya sendiri, terutama bila
bawahannya masih berusia muda?
Sepupu saya, Rita, sering mendapat
tekanan dari manajernya sendiri, karena di usianya yang masih muda,
yakni 23 tahun, ia sudah berhasil bekerja dengan menunjukkan
kemampuannya yang baik. Berhasil menyelesaikan setiap challenge
(tantangan) yang diberikan direktur tempat ia bekerja. Tentu saja hal
ini membuat manajernya kalang kabut, takut posisinya tergeser oleh
Rita. Setiap informasi penting, yang berasal dari direktur, tidak
pernah disampaikan ke Rita oleh manajernya itu.
"Jadi, manajerku itu
sengaja lho mbak, mem-blok setiap informasi penting dari pak direktur,"
ujarnya suatu siang kepada saya.
"Lha, kenapa kok segitunya, sih?"
pertanyaan heran saya kepadanya.
"Nah, itu dia yang saya juga bingung,
padahal kan saya juga gak kepingin ngerebut kursi kepemimpinannya. Dan,
pak direktur juga tahu kalau kapasitas kemampuan saya masih harus
dikembangkan lagi," katanya menambahkan.Kendala
macam ini, hebatnya tidak membuat Rita patah semangat dan minder.
Ia
justru makin mengembangkan "skill" nya, dan selalu berusaha
menghasilkan yang terbaik dari setiap pekerjaan yang dilakukannya. Ia
terus berusaha menerima challenge dari direktur perusahannya.
Inisiatif mencari dan menggali informasi sendiri, terutama bila
manajernya berusaha menghalanginya.
Tetap
tenang dan bersikap konsisten adalah kunci dalam menghadapi jegalan
dari atasan ataupun rekan di tempat kerja. Kata siapa yang muda, yang
paling tidak dipercaya? Tunjukkan kualitas dan sikap yang baik di
tempat kerja, membuktikan bahwa orang muda bisa diandalkan dan
dipercaya. Terutama untuk menjalankan pekerjaan yang membutuhkan problem solving tinggi. Karena, yang muda yang berilmu. Jadi, sudah siap menjadi orang muda yang dipercaya???
Tips menjadi "Yang Muda Yang Paling Dipercaya:
- Gali dan asah terus skill
Anda.
Jangan pernah malu untuk belajar, dari siapa saja, yang tua untuk
belajar ilmu kebijaksanaanya dan dari yang muda untuk belajar semangat
pantang menyerahnya.
- Jangan pernah puas akan hasil yang telah dicapai.
Selalulah me review setiap pekerjaan yang telah Anda lakukan.
- Tunjukkan kualitas diri Anda melalui setiap result yang Anda hasilkan. Keluarkan ide-ide Anda dalam forum ramai. Jangan pernah malu.
- Jadilah manusia yang memiliki "inisiatif" tinggi. Jangan malas.
- Mintalah
kritik membangun dari rekan yang Anda percayai, atau jika memungkinkan
dari teman Anda yang telah menduduki posisi atasan.
- Curilah
ilmu" sebanyak-banyaknya dari atasan Anda. Jangan buang kesempatan bila
Anda memiliki atasan yang tidak "pelit" membagi ilmunya.
- Bersemangatlah!
Tentang
Penulis: Afra Mayriani, saat ini bekerja disalah satu perusahaan
televisi berlangganan di Jakarta. Ia kini tengah mempersiapkan buku
pertamanya yang membahas tentang karir. Ia dapat dihubungi via email di
aframayriani@yahoo.com atau melalui blog nya:www.aframayriani.wordpress.com
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Afra Mayriani
|
 |
Beranikah Anda Sukses?
|
 |
Yang Muda Yang Dipercaya
|
 |
Ketakutan Vs Keyakinan
|
 |
Dewasa, Sebuah Pilihan Hidup
|
 |
Kutu Loncat
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Siapakah Hero Kita
(Artikel Anda) -
Senin, 18 Februari 2008
|
 |
Membeli Senyuman
(Artikel Anda) -
Rabu, 20 Februari 2008
|
 |
Bulan Pun Tidak Mengitari Matahari Secara Langsung
(Artikel Anda) -
Kamis, 21 Februari 2008
|
 |
Golden Egg
(Artikel Anda) -
Jumat, 22 Februari 2008
|
 |
Anda Gagal? Jangan Salahkan Siapa-siapa
(Artikel Anda) -
Minggu, 24 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Melacak Jejak Para Peak Performers
(Artikel Anda) -
Jumat, 15 Februari 2008
|
 |
Buah Pada Pohon Keberhasilan Anda
(Artikel Anda) -
Kamis, 14 Februari 2008
|
 |
No Commitment, No Success
(Artikel Anda) -
Rabu, 13 Februari 2008
|
 |
Marilah Berbagi Kepada Sesama
(Artikel Anda) -
Selasa, 12Februari 2008
|
 |
Menunggu Bola Dan Mengejar Bola - Jagalah Keseimbangannya!
(Artikel Anda) -
Senin, 11 Februari 2008
|
|
|