Keajaiban !
Jika
kita bicarakan mengenai keajaiban, maka benak kita akan menerawang jauh
ke dunia penuh kejutan. Mungkin di pikiran kita akan segera terisi oleh
bayangan seorang ilusionis yang berjalan menembus tembok atau terbang
melayang di angkasa. Mungkin juga transformasi seorang nenek menjadi
gadis cantik. Ketika kita kumpulan semua yang ada di benak kita saat ini dan bayang-bayang keajaiban yang ada di dalamnya,kita akan segera mengetahui ada keajaiban besar yang terlupakan oleh kita.
Ilustrasi di bawah ini mungkin akan mengingatkan kita kembali pada keajaiban tersebut.
Di sebuah ruang kelas, sekelompok anak sedang mendapat tugas untuk menuliskan 7 keajaiban dunia.Mereka
mulai menuliskan satu persatu keajaiban dunia yang mereka dapatkan dari
pelajaran geografi, mulai dari Piramida di Mesir sampai dengan The
Great Wall di China.Tampak seorang bocah yang sepertinya kebingungan
dengan tugas tersebut, Sang Guru pun bertanya padanya “Apakah ada
kesulitan dalam daftar itu?” Bocah itu lalu berkata “saya kesulitan
untuk memilih 7 dari sekian keajaiban yang ada.”
Lalu Sang Guru kembali bertanya “Apa itu nak?”
Sang
Guru terhenyak sejenak, dia sungguh terkejut ketika ia melihat apa yang
ada di daftar panjang Bocah kecil itu, ia juga seperti kita melupakan
keajaiban-keajaiban kecil.
Di
daftar itu tertera hal biasa yang luar biasa, “BISA MELIHAT, BISA
MENDENGAR, BISA TERTAWA, BISA TERSENYUM, BISA MERASAKAN, BISA MENGASIHI
dan BISA MENCINTAI” adalah keajaiban.
CINTA KASIH adalah salah satu keajaiban kecil yang akan kita bicarakan.
Kasih
adalah satu keajaiban Alam terbesar, kekuatannya mengikat dan merekat
kita dalam kebersamaan untuk membangun kedamaian dan kebahagian.
Kasih
membuat kita saling menghargai dan menghormati, kasih membuat seorang
Ibu merelakan dirinya untuk kebahagiaan anaknya, kasih membuat dua kubu
yang bermusuhan untuk saling berjabat tangan, Kasih pula yang membuat
dunia ini tidak terjerumus dalam perang dunia ke tiga sampai saat ini.
Bayangkan betapa ajaibnya kekuatan Kasih yang tumbuh dalam diri kita untuk membendung datangnya zaman kegelapan.
Syair ini akan mungkin akan membuka mata hati kita.
Janganlah memperdaya orang lain atau menghina siapa pun, di mana pun.
Dalam kemarahan atau kebencian janganlah ia berniat melukai orang lain.
Seperti seorang ibu yang melindungi anak tunggalnya, Sekalipun mengorbankan hidupnya,
Seperti itu juga, biarlah ia menumbuhkan kasih yang tak terbatas terhadap semua makhluk.
Kasih pada dasarnya adalah proses memberi, suatu proses tanpa pamrih, tanpa memungut bayaran dan tanpa memilih.
Saya
pernah melihat “Talk show – Oprah” di sebuah stasiun televisi yang
menguak tentang kehidupan para istri muda (karena usianya memang sangat
belia, bahkan masih tergolang anak-anak) di Ethopia. Karena kondisi
tubuhnya yang masih belia dan faktor fasilitas kesehatan yang kurang,
mereka harus menderita suatu penyakit ketika terpaksa harus melahirkan.
Mereka kemudian ditelantarkan.Tapi berkat ulurkan tangan beberapa
orang para dermawan, mereka akhirnya dirawat di sebuah rumah sakit dan
mereka menemukan kebahagiaan mereka kembali. Ada air mata kebahagian
ketika mereka dirangkul dalam kebersamaan.
Air
mata saya sempat ikut mengalir perlahan menuruni pipi ini, mungkin ada
yang mengatakan saya cenggeng, tapi ada perasaan luar biasa yang
mengalir bersama kehangatan air mata itu.
Perasaan yang jauh berbeda ketika air mata itu harus jatuh karena kesedihan.
Saya sebut air mata itu, air mata Kasih.
Hanya keajaiban kasih yang mampu membuat air mata ini turun dan menghangatkan perasaanku dengan luar biasa mesranya.
Mungkin
kita semua pernah merasakan perasaan ini, mungkin juga banyak di antara
kita yang telah melupakannya. Saat ini adalah saat yang tepat bagi kita
untuk mengingatnya kembali.
Atas nama Cinta, seorang pemuda pecandu rokok dapat membuang kebiasaan jeleknya. Bukankah itu luar biasa indahnya.Sesuatu yang dimulai dengan Cinta, akan berakhir dengan keindahan, kedamaian dan kebahagiaan.
Tapi, berhati-hatilah denganCinta Semu(baca Napsu), karena ketika hal ini muncul, ia akan berakhir dengan permasalahan. Pada cinta semu, yang muncul ada EGO.
Ketika
kita diberi pertanyaan “Manakah yang kita pilih, lebih baik memberi
atau lebih baik menerima?” Jika pilihan kita adalah memberi, kita
sesungguhnya adalah insan yang KAYA, karena orang KAYA-lah yang mampu
memberi, orang yang kaya akan KASIH yang mampu merelakan bagiannya bagi
orang-orang yang di sekitarnya, terutama bagi orang-orang yang
dikasihinya. Dan untuk menumbuhkannya, marilah kita mulai dari Rumah.Mari kita tanamkan pada Ayah, Ibu, saudara-saudara kita, pada anak-anak kita, pada pasangan hidup kita.
Sehingga
dari sana akan timbul keajaiban-keajaiban kecil, yaitu kebahagian dan
kedamaian yang datang terbawa oleh gelombang kasih sayang.
Jika
setiap Rumah membuat keajaiban-keajaiban kecil di dalamnya, maka dengan
berpegangan tangan, kita akan bersama-sama membuat satu keajaiban besar
yang luar biasa indahnya.Kita akan menciptakan SURGA di dunia.
Mimpi?
Ya, tapi akan menjadi KENYATAAN, jika kita semua menginginkannya.
Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!
|
|
Baca juga artikel lainnya dari Seng Guan
|
 |
Catatan Kecil Di Hari Valentine
|
 |
Perahuku
|
 |
Hanya Empat Huruf Dan Satu Detik
|
 |
Kampung Suka Vs Kampung Duka
|
 |
Menjadi Bahagia?
|
|
|
| Artikel Selanjutnya : |
 |
Sikap Produktif - Bagaimana?
(Artikel Anda) -
Senin, 04 Februari 2008
|
 |
Pertumbuhan Vs Kesempurnaan
(Artikel Anda) -
Selasa, 05Februari 2008
|
 |
Katakan Saja Tidak !
(Artikel Anda) -
Rabu, 06 Februari 2008
|
 |
Bertumbuh Atau Membusukkah Kita ?
(Artikel Anda) -
Kamis, 07 Februari 2008
|
 |
Garis Kehidupan
(Artikel Anda) -
Jumat, 08 Februari 2008
|
|
| Baca juga artikel sebelumnya : |
 |
Belajar Dari Penjual Koran
(Artikel Anda) -
Jumat, 01 Februari 2008
|
 |
Maling Di Rumahku
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Januari 2008
|
 |
Ulang Tahun Yang Berkesan
(Artikel Anda) -
Kamis, 31 Januari 2008
|
 |
Menemukan Peluang Di Tengah Tantangan - 2
(Artikel Anda) -
Selasa, 29 Januari 2008
|
 |
Kerja Keras Vs Kerja Cerdas - 2
(Artikel Anda) -
Minggu, 27 Januari 2008
|
|
|