Bakti Kepada Orangtua

Kamis, 14 Maret 2013
Dicetak 142 kali
Dibaca 5611 kali

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang sahabat, yang meminta saya untuk “sharing” di acara keluarga besarnya—dalam rangka memperingati kelahiran almarhum ayahandanya ke-100 yang telah meninggal 40 tahun lalu. Saya sungguh merasa surprise, luar biasa sekali! Mengumpulkan seluruh anggota keluarga, yang telah tersebar di belahan dunia, yang berasal muasal dari sepasang suami istri yang telah meninggal 40 tahun lalu? Pasti mendiang almarhum adalah tokoh yang sangat luar biasa, dicintai, dihormati, dibanggakan oleh anak-anaknya, menantu, serta para cucu. Tanpa berpikir panjang, saya mengiyakan. Saya pun segera mengatur ulang jadwal yang telah ada untuk memenuhi permintaan sahabat saya itu.

Peringatan kelahiran mendiang sang ayahanda tercinta itu dihadiri oleh keluarga besarnya yang terdiri dari sepuluh anak, cucu-cucu, beserta cicit-cicit. Mereka berkumpul di Jakarta pada 7 Februari 2013. Jumlahnya kira-kira 100 orang.

“Tidak ada satu kata pun yang bisa mewakili almarhum. Beliau memiliki karakter yang sudah jadi. Mutiara pun tak bisa mewakilinya: seorang ayah, seorang kepala keluarga yang komplet. Almarhum begitu luar biasa mendidik 10 orang anak. Mungkin tidak meninggalkan harta yang berlimpah, tetapi beliau berhasil menanamkan motivasi, disiplin, dan kekayaan mental lainnya. Kalau tidak mampu sukses mendidik anak-anaknya, tidak mungkin bisa seperti hari ini,” tegas saya mengenai almarhum.

Sungguh penting arti bakti bagi seorang anak. Bagi saya pribadi, memeringati jasa orangtua seperti yang dilakukan anak-anak almarhum, merupakan hal yang baik untuk dilestarikan dan dijadikan contoh bagi anak-anak dari keluarga lain.

Ada kondisi di zaman modern ini di mana anak-anak tak lagi mengurus orangtuanya yang berangkat uzur. Mereka lebih memilih mengirimnya ke panti jompo. Pemimpin Singapura dahulu, Lee Kuan Yew, pernah mengakui kekeliruan dan menyesal karena membuat keputusan yang membolehkan orangtua dikirim ke panti jompo. Bahkan secara gamblang dikatakan Master Cheng Yen—pimpinan Buddha Tzu Chi yang bijaksana—saat diwawancara wartawan. Ketika ditanya alasan dirinya tak mendirikan panti jompo, beliau menjawab dengan anggun dan bijak, “Saya mengharapkan bahwa setiap rumah adalah panti jompo bagi setiap orangtua kita.” Pernyataan itu pantas jadi perenungan.

Bakti bagi setiap orang terhadap orangtuanya tentu tidak sama satu sama lain karena kondisinya berbeda-beda. Tetapi “bakti” adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Dalam tradisi Tionghoa sendiri, ada delapan pembelajaran penting. Pertama adalah bakti (Xiao), kedua adalah persaudaraan (Ti), lalu kesetiaan (Zhong), dapat dipercaya (Xin), Kesusilaan (Li), Kebenaran (Yi), Sederhana (Lian), dan Tahu Malu (Chi). Kalau kita mampu menjalankan delapan ajaran seperti ini.. saya yakin sekali kita akan jadi orang luar biasa!

Nama
Email


  • KREATIF
  • ENERGIK
  • DINAMIS

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambut dengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiap waktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif, penuh energi, dan dinamis. Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, dan Dinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

- KREATIF -
Ia adalah sumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

- ENERGIK -
Sesuai hukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harus mengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan ini.

- DINAMIS -
Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikan diri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan “Kreatif, Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
CLOSE
KIRIM ARTIKEL

Untuk diketahui bersama ada beberapa pokok yang perlu diperhatikan:
1. Karya sendiri dan bukan jiplakan
2. Bahwa artikel harus bernafaskan motivasi dan pembelajaran sesuai dengan visi dan misi Andriewongso.com
3. Bahwa artikel yang masuk semua harus melalui proses filterisasi (Tidak semua artikel yang masuk pasti ditampilkan)
4. Penjadwalan artikel adalah ditentukan oleh pihak Andriewongso.com dan bukan pihak pengirim artikel.
5. Pilih kategori yang tepat dengan artikel Anda, dan pihak Andriewongso.com berhak untuk mengatur ulang kategori artikel yang akan ditampilkan bila dirasa kurang sesuai.
6. Harap melampirkan foto diri ataupun logo (untuk campus corner) Anda, artikel tanpa foto tidak akan ditampilkan.
7. Isi artikel efektif adalah jangan lebih dari 3000 karakter (Maksimalkan 1 lembar) atau di buat serial.
8. Isi artikel tidak boleh menyinggung soal Suku, Agama maupun Golongan ataupun Etnis tertentu. (SARA)
9. Isi artikel tidak boleh yang berpotensi menimbulkan perselisihan, permusuhan, kebencian, dan sebagainya.
10. Dilarang memasang foto atau gambar-gambar yang tidak senonoh (misalnya yang berbau pornografi atau berbau SARA)
11. Isi artikel tidak diperbolehkan mengandung tujuan IKLAN tanpa seijin pihak Andriewongso.com
CLOSE
KIRIM TESTIMONIAL

CLOSE
KIRIM MOTIVASI

CLOSE