Berita / Entrepreneur Corner

Menghilangkan Konsep Diri Negatif

Kamis, 3 Januari 2013

Individu dengan konsep diri positif akan memaknai segalanya dengan nilai-nilai positif. Sedang individu dengan konsep diri negatif akan memaknai setiap pengalaman dan ujian yang didapat dalam hidup dengan cara pandang negatif.


Pernahkah kita merasa bahwa keseimbangan adalah salah satu bentuk keadilan Yang Mahakuasa pada diri setiap individu? Keseimbangan dalam artian sisi positif dan negatif yang ada dalam diri setiap individu seperti kebaikan dan keburukan menjadi satu kesatuan utuh. Positif dan negatif berada berdampingan. Keduanya saling tarik-menarik dan muncul ke permukaan menjadi salah satu karakter dalam diri kita. Individu dengan konsep diri positif akan memaknai segalanya dengan nilai-nilai positif. Sedang individu dengan konsep diri negatif akan memaknai setiap pengalaman dan ujian yang didapat dalam hidup dengan cara pandang negatif. William D. Brooks dan Philip Emmer memberi lima ciri untuk orang dengan konsep diri negatif yaitu :

1. Orang dengan konsep diri negatif akan peka terhadap kritik. Adanya kritik tidak akan diterima dengan tangan terbuka tapi justru akan membuatnya naik pitam dan mudah marah. Dengan begitu orang dengan konsep diri seperti ini akan selalu menghindari dialog terbuka dan bersikeras mempertahankan pendapatnya.

2. Orang dengan konsep diri negatif juga responsif sekali terhadap pujian yang diterimanya. Bisa terlihat dari antusiasmenya ketika menerima pujian.

3. Hiperkritis terhadap orang lain dalam artian ia selalu mengeluh, mencela, dan meremehkan siapa pun.

4. Merasa tidak disenangi orang lain, merasa tidak diperhatikan. Karena itu reaksi awal terhadap orang lain adalah menganggap mereka sebagai musuh.

5. Orang dengan konsep diri negatif tidak suka dengan persaingan dan menghindari sebuah kompetisi.

Berbanding terbalik dengan konsep diri negatif adalah konsep diri positif. Ciri yang terdapat dalam konsep diri postif adalah:

1. Ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah.

2. Ia merasa setara dengan orang lain.

3. Ia menerima pujian tanpa rasa malu.

4. Ia menyadari bahwa setiap orang punya berbagai perasaan, keinginan dan perilaku  yang seluruhnya tidak disetujui masyarakat.

5. Ia mampu memperbaiki dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenanginya dan berusaha mengubahnya.

Tentu saja konsep diri negatif ini bukan harga mati dalam diri individu. Sudah menjadi hukum alam bahwa siapa yang mau bergerak untuk berubah maka perubahan itu akan datang padanya.

Yang penting untuk diingat adalah konsep diri negatif yang dibiarkan terus dalam diri kita tidak akan membawa kita pada titik keberhasilan tapi akan menjerumuskan dalam lubang yang sama bernama nasib yang tidak akan berubah.


Baca selengkapnya artikel tersebut di Majalah LuarBiasa edisi Januari 2013.




Terbaru