Leadership Morality

Senin, 30 Agustus 2010
Dicetak 97 kali
Dibaca 303 kali
“We have two kinds of morality side by side :  one which we preach but do not practice and another which we practice but seldom preach”. 
BERTRAND RUSSELL

Sering dijumpai bahwa seorang pemimpin yang hanya piawai dibidang strategi dan taktik (manajemen), kepemimpinannya tidak mampu bertahan lama. Kenyataannya, menjadi seorang pemimpin, tidaklah semudah yang dibayangkan. Disamping ketrampilan leadership yang memadai, juga harus dilengkapi dengan etika moral. Jika tidak, “bisa” saja orang – orang yang dipimpin, hanya akan nunduk di depan dan nanduk dibelakang. Untuk itu, agar proses kepemimpinan bisa berlangsung langgeng, selain dimiliki ketrampilan (strategi dan taktik), etika moral juga harus dipenuhi, misalnya :

  1. CHARITY.
    Sebagai makhluk sosial, yang apapun derajat / status sosialnya, beramal adalah salah satu perbuatan mulia terdasar, yang sudah seharusnya dikembangkan secara universal. “The highest exercise of charity is charity towards the uncharitable." J. S. BUCKMINSTER

  2. MORALITY.
    Seorang pemimpin hendaknya menghindari (* Mengharamkan) segala bentuk dari perbuatan – perbuatan tercela, misalnya : mabuk – mabukan, judi, zinah, korupsi, manipulasi, provokasi, intiminasi dan lain sebagainya. Dia harus mampu merawat, menjaga moralitasnya. Morality is the best of all devices for leading mankind by the nose.  FRIEDRICH NIETZSCHE

  3. SACRIFICE.
    Seorang pemimpin harus mampu berkorban waktu, materi dan perasaan. Jangan egois atau mementingkan diri sendiri. Ingat, keberhasilan seorang pemimpin sangatlah ditentukan oleh kontribusi dari bawahan – bawahannya. ”Leadership is practiced not so much in words as in attitude and in actions” HAROLD S. GENEEN

  4. HONESTY AND UNIVERSAL.
    Dalam berucap, bertindak dan berpikir, seorang pemimpin haruslah selalu berhati tulus, ikhlas dan universal, yang tanpa adanya niat – niat terselubung, misalnya : 4a.- Bantuan yang diberikan, dasarnya adalah murni dan tanpa adanya niat – niat terselubung. 4b.- Apapun yang diperbuat atau diputuskan, dasarnya adalah universal. Sistim “punish dan reward” yang diterapkan adalah “benar – benar” tulus, ikhlas, universal dan adil, yang tanpa diboncengi oleh sentimen pribadi, kepicikan pikiran atau kefanatikan. ”Make yourself an honest man, and then you may be sure there is one less rascal in the world”.  THOMAS CARLYLE
  5. HOSPITALITY.
    Seorang pemimpin haruslah selalu ramahtamah / etika sopan santun selalu diterapkan dalam kondisi atau keadaan apapun juga. Seyogianya, semakin tinggi jabatan / posisi seseorang, hendaknya juga diiringi oleh semakin ramah dan santun sikapnya. Bagaikan padi, yang semakin berisi akan semakin menunduk. “Hospitality sitting with gladness”. HENRY WADSWORTH LONGFELLOW

  6. LOW PROFILE.
    Pimpinan yang “over acting”, sok / angkuh / norak, tidaklah mencerminkan keprofessionalismean. Tidak seorangpun, yang akan senang dan suka dipimpin oleh pemimpin yang bertipe demikian. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang selalu berpenampilan sederhana, rapi dan tidak norak. Tipe pemimpin “low profile”, pasti akan disenangi, dikagumi dan dihormati oleh bawahannya. “Keep a cool head and maintain a low profile. Never take the lead but aim to do something big” DENG XIAOPING

  7. LOVE.
    Seorang pemimpin hanya akan menggunakan kekuasaan / wewenang untuk menegakkan fungsinya, misalnya : a) Jika ada yang terbukti melanggar / merusak peraturan perusahaan, langsung diberikan sanksi yang mendidik. b) Jika bawahan memberikan kontribusi yang konstruktif, diberi penghargaan. Dasar dari penerapan sanksi dan pemberian penghargaan adalah murni dan tanpa adanya sentimen pribadi atau niat – niat lain. “Wise men appreciate all men, for they see the good in each and know how hard it is to make anything good”. BALTASAR GRACIÁN

  8. EMOTION.
    Memutuskan apapun jika dilandasi oleh emosional, efeknya pasti destruktif. Oleh karena itu, emosi seorang pemimpin haruslah terkontrol dengan baik. Jika lagi emosi, jangan sekali – kali mengeluarkan keputusan karena efeknya selain merugikan diri sendiri tetapi juga orang – orang lain. ”When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but creatures of emotion”.  DALE CARNEGIE

  9. PATIENCE.
    Apapun yang akan terjadi / yang akan diperbuat / diputuskan, kesabaran adalah salah satu sifat terbaik yang harus dimiliki. Melalui kesabaran, hal – hal yang tidak diharapkan terjadi, akan bisa diminimalis. “Patience and perseverance have a magical effect before which difficulties disappear and obstacles vanish”. John Quincy Adams

  10. POSITIVE ATTITUDE.
    Seorang pemimpin harus mampu menilai siapapun seobjektif mungkin yang didasarkan oleh apa yang dikontribusikan. Jika kontribusinya konstruktif maka harus segera diberi penghargaan dan begitu pula sebaliknya. “You really can change the world if you care enough”. MARIAN WRIGHT EDELMAN.

 

Selamat berjuang dan semoga sukses sebagai pemimpin yang bijaksana.

* Untuk konsultasi silakan email : dm.peterlim@gmail.com atau HP 0812 600 2482

Nama
Email


  • KREATIF
  • ENERGIK
  • DINAMIS

Hidup ini adalah sebuah karunia yang perlu kita sambut dengan kreativitas tinggi, energi yang besar, dan sikap penuh dinamis setiap waktu. Di bidang apa pun, yang menjadi pemenang adalah mereka yang kreatif, penuh energi, dan dinamis. Karena itulah, kami menetapkan “Kreatif, Energik, dan Dinamis” sebagai slogan ANDRIEWONGSO.COM

- KREATIF -
Ia adalah sumber inovasi. Yaitu sesuatu yang baru, bermanfaat, dan dapat diaplikasikan.

- ENERGIK -
Sesuai hukum alam, hidup itu berarti bergerak, aktif, positif, segar. Kita harus mengkondisikan diri kita untuk selalu bersemangat dalam menjalani kehidupan ini.

- DINAMIS -
Perubahan adalah sesuatu yang pasti dalam hidup kita. Karena itu, kita harus selalu menyesuaikan diri mengikuti zaman dalam kondisi apa pun.

Dengan “Kreatif, Energik, dan Dinamis”, kami akan selalu menyajikan sesuatu yang baru dan bermanfaat sesuai dengan perkembangan zaman.
CLOSE
KIRIM ARTIKEL

Untuk diketahui bersama ada beberapa pokok yang perlu diperhatikan:
1. Karya sendiri dan bukan jiplakan
2. Bahwa artikel harus bernafaskan motivasi dan pembelajaran sesuai dengan visi dan misi Andriewongso.com
3. Bahwa artikel yang masuk semua harus melalui proses filterisasi (Tidak semua artikel yang masuk pasti ditampilkan)
4. Penjadwalan artikel adalah ditentukan oleh pihak Andriewongso.com dan bukan pihak pengirim artikel.
5. Pilih kategori yang tepat dengan artikel Anda, dan pihak Andriewongso.com berhak untuk mengatur ulang kategori artikel yang akan ditampilkan bila dirasa kurang sesuai.
6. Harap melampirkan foto diri ataupun logo (untuk campus corner) Anda, artikel tanpa foto tidak akan ditampilkan.
7. Isi artikel efektif adalah jangan lebih dari 3000 karakter (Maksimalkan 1 lembar) atau di buat serial.
8. Isi artikel tidak boleh menyinggung soal Suku, Agama maupun Golongan ataupun Etnis tertentu. (SARA)
9. Isi artikel tidak boleh yang berpotensi menimbulkan perselisihan, permusuhan, kebencian, dan sebagainya.
10. Dilarang memasang foto atau gambar-gambar yang tidak senonoh (misalnya yang berbau pornografi atau berbau SARA)
11. Isi artikel tidak diperbolehkan mengandung tujuan IKLAN tanpa seijin pihak Andriewongso.com
CLOSE
KIRIM TESTIMONIAL

CLOSE
KIRIM MOTIVASI

CLOSE